Hi, shobat ! selamat datang di Komunitas Situbondo | KARak'S. - Tentang Kami - Kontak Kami
Polling
Bagaimana Menurut Anda Kegiatan / Kiprah KARak'S Selama Ini?






Tampilkan postingan dengan label Beritaku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Beritaku. Tampilkan semua postingan

Dimanakah Hati dan Nurani Bangsa Ini

Komunitas Situbondo | KARak'S
“Seorang Ayah Menggendong Mayat Anaknya Dari RSCM Ke Bogor Karena Tak Mampu Bayar Ambulan... !!” Ya baru tadi saya menerima update ini di akun facebook saya, saya juga seorang bapak dan rasanya dada ini terbakar sudah sampai sejauh inikah Indonesia yang katanya "Gemah Ripah Loh Jinawi Toto Tetrem Kerto Raharjo", sebuah negara agraris dan zamrud khatulistiwa. Negara yang katanya Agamis tapi harus beginikah nasibmu Pak Supriono.

Kisah Nyata ..!!! Terjadi Di Jakarta !!! “Seorang Ayah Menggendong Mayat Anaknya Dari RSCM Ke Bogor Karena Tak Mampu Bayar Ambulan !!.

================================================================

Penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) jurusan Jakarta – Bogor pun geger minggu (5/6).
Sebab, mereka tahu bahwa seorang pemulung bernama Supriono (38 thn) tengah menggendong mayat anak, Khaerunisa (3 thn).”

“Supriono akan memakamkan si kecil di kampung Kramat, Bogor dengan menggunakan jasa (KRL). Tapi di stasiun tebet, Supriono dipaksa turun dari kereta, lantas dibawa ke kantor polisi karena dicurigai si anak adalah korban kejahatan.

Tapi di kantor polisi, Supriono mengatakan si anak tewas karena penyakit muntaber.
Polisi belum langsung percaya dan memaksa Supriono membawa jenazah itu ke RSCM untuk diautopsi.”

“Di RSCM, Supriono menjelaskan bahwa khaerunisa sudah empat hari terserang muntaber.
Dia sudah membawa khaerunisa untuk berobat ke puskesmas kecamatan Setiabudi.
“Saya hanya sekali bawa khaerunisa ke puskesmas, saya tidak punya uang untuk membawanya lagi ke puskesmas, meski biaya hanya Rp 4.000,- saya hanya pemulung kardus, gelas dan botol plastik yang penghasilannya hanya Rp 10.000,- per hari..” Ujar bapak 2 anak yang mengaku tinggal di kolong perlintasan rel KA di Cikini itu.

Supriono hanya bisa berharap Khaerunisa sembuh dengan sendirinya. Selama sakit khaerunisa terkadang masih mengikuti ayah dan kakaknya, Muriski Saleh (6 thn), untuk memulung kardus di Manggarai hingga Salemba, meski hanya terbaring digerobak ayahnya.”

“Karena tidak kuasa melawan penyakitnya, akhirnya Khaerunisa menghembuskan nafas terakhirnya pada minggu (5/6) pukul 07.00. Khaerunisa meninggal di depan Sang Ayah, dengan terbaring di dalam gerobak yang kotor itu, di sela-sela kardus yang bau. Tak ada siapa-siapa, kecuali sang bapak dan kakaknya.
Supriono dan muriski termangu.

Uang di saku tinggal Rp 6.000,- tak mungkin cukup beli kain kafan untuk membungkus mayat si kecil dengan layak, apalagi sampai harus menyewa ambulans. Khaerunisa masih terbaring di gerobak. Supriono mengajak Musriki berjalan mendorong gerobak berisikan mayat itu dari Manggarai hingga ke stasiun tebet, Supriono berniat menguburkan anaknya di kampong pemulung di kramat, Bogor. Ia berharap di sana mendapatkan bantuan dari sesama pemulung.“

“Pukul 10.00 yang mulai terik, gerobak mayat itu tiba di stasiun tebet.

Yang tersisa hanya-lah sarung kucel yang kemudian dipakai membungkus jenazah si kecil. Kepala mayat anak yang tercinta nya itu dibiarkan terbuka, biar orang tak tahu kalau Khaerunisa sudah menghadap sang Khalik.
Dengan menggandeng si sulung yang berusia 6 thn, Supriono menggendong Khaerunisa menuju stasiun. Ketika (KRL) jurusan bogor datang, tiba-tiba seorang pedagang menghampiri Supriono dan menanyakan anaknya. Lalu dijelaskan oleh Supriono bahwa anaknya telah meninggal dan akan dibawa ke Bogor spontan penumpang (KRL) yang mendengar penjelasan Supriono langsung berkerumun dan Supriono langsung dibawa ke kantor polisi Tebet. Polisi menyuruh agar Supriono membawa anaknya ke RSCM dengan menumpang ambulans hitam.”

“Supriono ngotot meminta agar mayat anaknya bisa segera dimakamkan.
Tapi dia hanya bisa tersandar di tembok ketika menantikan surat permintaan pulang dari RSCM.
Sambil memandangi mayat Khaerunisa yang terbujur kaku.
Hingga saat itu Muriski sang kakak yang belum mengerti kalau adiknya telah meninggal masih terus bermain sambil sesekali memegang tubuh adiknya.

Pukul 16.00, akhirnya petugas RSCM mengeluarkan surat tersebut, lagi-lagi karena tidak punya uang untuk menyewa ambulans, Supriono harus berjalan kaki menggendong mayat Khaerunisa dengan kain sarung sambil menggandeng tangan Muriski. Beberapa warga yang iba memberikan uang sekadarnya untuk ongkos perjalanan ke Bogor.”

Para pedagang di RSCM juga memberikan air minum kemasan untuk bekal Supriono dan Muriski di perjalanan.”

“Psikolog Sartono Mukadis menangis mendengar cerita ini dan mengaku benar-benar terpukul dengan peristiwa yang sangat tragis tersebut, karena masyarakat dan aparat pemerintah saat ini sudah tidak lagi perduli terhadap sesama.

“Peristiwa itu adalah dosa, masyarakat yang seharusnya kita bertanggung jawab untuk mengurus jenazah Khaerunisa. Jangan bilang keluarga Supriono tidak memiliki KTP atau KK atau bahkan tempat tinggal dan alamat tetap. Ini merupakan tamparan untuk bangsa Indonesia,” Ujarnya...

“Astaghfirullah,,, dimana Hati dan Nurani Manusia,,,???”

“Silahkan share dan sebarkan kisah ini, dan saya tunggu opini Anda.
Agar pemerintah mengetahui Nasib Rakyat yang tidak mampu,,!”

Sumber : Kang Muhlis

Read More »
Sabtu, Maret 10, 2012 | 2 komentar

KHR. Fawaid Situbondo Berpulang ke Rahmatullah

Komunitas Situbondo | KARak'S
Dengan ucapan Innalillahi wainnailaihi rojiun, pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Safi’iyah Sukorejo Situbondo KHR Achmad Fawaid As'ad meninggal dunia di Graha Amerta RS Dr Soetomo Surabaya sekitar pukul 12.15 WIB.

KH Fawaid As'ad jatuh sakit semalam dan dirujuk dari RS Situbondo menuju ke RS Dr Soetomo Surabaya karena mengalami sakit jantung dan kencing manis.

Sekretaris DPC PPP Situbondo Sunardi Muhib membenarkan wafatnya Pengasuh Ponpes di Situbondo dan sangat disegani tersebut. "KH Fawaid dirujuk dari RS Situbondo semalam ke RS Dr Soetomo, beliau merasa sakit sebulan belakangan ini," katanya

Saat ini jenazah Fawaid sedang dalam perjalanan menuju Ponpes Salafiyah "Semua santri dan alumni sudah berdatangan," kata Muhib.

Rencananya jenazah akan dimakam di Ponpes Salwiyah di Sikorejo bersama almarhum ayahanda Kiai Syamsul Arifin. Jabatan terakhir KH Fawaid yaitu ketua DPC PPP 2006-2011 dan terpilih lagi kedua kali untuk menjabat dari tahun 2011-2016. KH Fawaid meninggal dalam usia 43 tahun.***

Sumber : BeritaJatim.com

Read More »
Jumat, Maret 09, 2012 | 1 komentar

Kelaparan, Nenek Mencuri Hakim Menagis

Komunitas Situbondo | KARak'S
KARak'S - Diruang sidang pengadilan, hakim Marzuki duduk tercenung menyimak tuntutan jaksa PU terhadap seorang nenek yg dituduh mencuri singkong, nenek itu berdalih bahwa hidupnya miskin, anak lelakinya sakit, cucunya lapar, namun manajer PT A**** K**** (BAK** grup) tetap pada tuntutannya, agar menjadi contoh bagi warga lainnya.Hakim Marzuki menghela nafas,dia memutus diluar tuntutan jaksa PU, “maafkan saya” katanya sambil memandang nenek itu,’saya tidak dapat membuat pengecualian hukum, hukum tetap hukum, jadi anda harus dihukum. saya mendenda anda 1jt rupiah dan jika anda tdk mampu bayar maka anda harus masuk penjara 2,5 tahun, seperti tuntutan jaksa PU’.Nenek itu tertunduk lesu, hatinya remuk redam, sementara hakim Marzuki mencopot topi toganya, membuka dompetnya kemudian mengambil & memasukkan uang 1jt rupiah ke topi toganya serta berkata kepada hadirin. 

“Saya atas nama pengadilan, jg menjatuhkan denda kepada tiap orang yg hadir diruang sidang ini sebesar 50rb rupiah, sebab menetap dikota ini, yg membiarkan seseorang kelaparan sampai harus mencuri untuk memberi makan cucunya”, sodara panitera, tolong kumpulkan dendanya dalam topi toga saya ini lalu berikan semua hasilnya kepada terdakwa.”Sampai palu diketuk dan hakim marzuki meninggaikan ruang sidang, nenek itupun pergi degan mengantongi uang 3,5jt rupiah, termasuk uang 50rb yg dibayarkan oleh manajer PT A**** K**** yg tersipu malu karena telah menuntutnya.

Sungguh sayang kisahnya luput dari pers. Kisah ini sungguh menarik sekiranya ada teman yg bisa mendapatkan dokumentasi kisah ini bisa di share di media untuk jadi contoh kepada aparat penegak hukum lain untuk bekerja menggunakan hati nurani dan mencontoh hakim Marzuki. ***

** Semoga bisa menjadi pelajaran buat kita semua Insyaallah………


Sumber : Sudah Tahukah Anda?

Read More »
Minggu, Maret 04, 2012 | 4 komentar

Bedah Kompetensi Guru

Komunitas Situbondo | KARak'S
Oleh : Edy Sutrisno - Apabila anda telah masuk dalam Update Daftar Calon Peserta Sertifikasi Guru Tahun 2012, maka anda harus mempersiapakan diri untuk mengikuti tes seleksi dengan mengerjakan Soal Ujian Online Seleksi Peserta Serifikasi Guru 2012. Dari hasil seleksi tersebut akan ditentukan apakah anda layak untuk mengikuti Sertifikasi Guru apa tidak. Khabarnya juga menggunakan ujan online yang akan di laksanakan pada bulan Januari 2012. Sudah siapkah anda??? Terus Materi apa yang akan di ujikan?? Menurut kabar dan diskusi praktisi Pendidikan, Kompetensi Guru yang akan diujikan. Lalu apa saja Kompetensi Guru itu ?

Kompetensi Guru merupakan seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dikuasai, dan diaktualisasikan oleh Guru dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru, dinyatakan bahwasanya kompetensi yang harus dimiliki oleh Guru meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi.

Kompetensi Guru tersebut bersifat menyeluruh dan merupakan satu kesatuan yang satu sama lain saling berhubungan dan saling mendukung.

A. Kompetensi Paedagogik.

Kompetensi pedagogik yang dimaksud dalam tulisan ini yakni antara lain kemampuan pemahaman tentang peserta didik secara mendalam dan penyelenggaraan pembelajaran yang mendidik. Pemahaman tentang peserta didik meliputi pemahaman tentang psikologi perkembangan anak. Sedangkan Pembelajaran yang mendidik meliputi kemampuan merancang pembelajaran, mengimplementasikan pembelajaran, menilai proses dan hasil pembelajaran, dan melakukan perbaikan secara berkelanjutan.

Menurut Peraturan Pemerintah tentang Guru, bahwasanya kompetensi pedagogic Guru merupakan kemampuan Guru dalam pengelolaan pembelajaran peserta didik yang sekurang-kurangnya meliputi:

1. Pemahaman wawasan atau landasan kependidikan.
Guru memiliki latar belakang pendidikan keilmuan sehingga memiliki keahlian secara akademik dan intelektual. Merujuk pada sistem pengelolaan pembelajaran yang berbasis subjek (mata pelajaran), guru seharusnya memiliki kesesuaian antara latar belakang keilmuan dengan subjek yang dibina. Selain itu, guru memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam penyelenggaraan pembelajaran di kelas. Secara otentik kedua hal tersebut dapat dibuktikan dengan ijazah akademik dan ijazah keahlian mengajar (akta mengajar) dari lembaga pendidikan yang diakreditasi pemerintah.

2. Pemahaman terhadap peserta didik.
Guru memiliki pemahaman akan psikologi perkembangan anak, sehingga mengetahui dengan benar pendekatan yang tepat yang dilakukan pada anak didiknya. Guru dapat membimbing anak melewati masa-masa sulit dalam usia yang dialami anak. Selain itu, Guru memiliki pengetahuan dan pemahaman terhadap latar belakang pribadi anak, sehingga dapat mengidentifikasi problem-problem yang dihadapi anak serta menentukan solusi dan pendekatan yang tepat.

3. pengembangan kurikulum/silabus.
Guru memiliki kemampuan mengembangkan kurikulum pendidikan nasional yang disesuaikan dengan kondisi spesifik lingkungan sekolah.

4. Perancangan pembelajaran.
Guru memiliki merencanakan sistem pembelajaran yang memamfaatkan sumber daya yang ada. Semua aktivitas pembelajaran dari awal sampai akhir telah dapat direncanakan secara strategis, termasuk antisipasi masalah yang kemungkinan dapat timbul dari skenario yang direncanakan.

5. pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis.
Guru menciptakan situasi belajar bagi anak yang kreatif, aktif dan menyenangkan. Memberikan ruang yang luas bagi anak untuk dapat mengeksplor potensi dan kemampuannya sehingga dapat dilatih dan dikembangkan.

6. Pemanfaatan teknologi pembelajaran.

Dalam menyelenggarakan pembelajaran, guru menggunakan teknologi sebagai media. Menyediakan bahan belajar dan mengadministrasikan dengan menggunakan teknologi informasi. Membiasakan anak berinteraksi dengan menggunakan teknologi.

7. Evaluasi hasil belajar.
Guru memiliki kemampuan untuk mengevaluasi pembelajaran yang dilakukan meliputi perencanaan, respon anak, hasil belajar anak, metode dan pendekatan. Untuk dapat mengevaluasi, guru harus dapat merencanakan penilaian yang tepat, melakukan pengukuran dengan benar, dan membuat kesimpulan dan solusi secara akurat.

8. Pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.
Guru memiliki kemampuan untuk membimbing anak, menciptakan wadah bagi anak untuk mengenali potensinya dan melatih untuk mengaktualisasikan potensi yang dimiliki.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengembangkan kemampuan ini adalah dengan melaksanakan penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas, berbasis pada perencanaan dan solusi atas masalah yang dihadapi anak dalam belajar. Sehingga hasil belajar anak dapat meningkat dan target perencanaan guru dapat tercapai. Pada prinsipnya, Kesemua aspek kompetensi paedagogik di atas senantiasa dapat ditingkatkan melalui pengembangan kajian masalah dan alternatife solusi.

B. Kompetensi Kepribadian.

Pelaksanaan tugas sebagai guru harus didukung oleh suatu perasaan bangga akan tugas yang dipercayakan kepadanya untuk mempersiapkan generasi kualitas masa depan bangsa. Walaupun berat tantangan dan rintangan yang dihadapi dalam pelaksanaan tugasnya harus tetap tegar dalam melaksakan tugas sebagai seorang guru.

Pendidikan adalah proses yang direncanakan agar semua berkembang melalui proses pembelajaran. Guru sebagai pendidik harus dapat mempengaruhi ke arah proses itu sesuai dengan tata nilai yang dianggap baik dan berlaku dalam masyarakat. Tata nilai termasuk norma, moral, estetika, dan ilmu pengetahuan, mempengaruhi perilaku etik siswa sebagai pribadi dan sebagai anggota masyarakat. Penerapan disiplin yang baik dalam proses pendidikan akan menghasilkan sikap mental, watak dan kepribadian siswa yang kuat. Guru dituntut harus mampu membelajarkan siswanya tentang disiplin diri, belajar membaca, mencintai buku, menghargai waktu, belajar bagaimana cara belajar, mematuhi aturan/tata tertib, dan belajar bagaimana harus berbuat. Semuanya itu akan berhasil apabila guru juga disiplin dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya.

Guru harus mempunyai kemampuan yang berkaitan dengan kemantapan dan integritas kepribadian seorang guru.
Aspek-aspek yang diamati adalah:
  1. Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan nasional Indonesia.
  2. Menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur, berakhlak mulia, dan teladan bagi peserta didik dan masyarakat.
  3. Menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa.
  4. Menunjukan etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru, dan rasa percaya diri.
  5. Menjunjung tinggi kode etik profesi guru.

C. Kompetensi Sosial.

Guru di mata masyarakat dan siswa merupakan panutan yang perlu dicontoh dan merupkan suritauladan dalam kehidupanya sehari-hari. Guru perlu memiliki kemampuan sosial dengan masyakat, dalam rangka pelaksanaan proses pembelajaran yang efektif. Dengan dimilikinnya kemampuan tersebut, otomatis hubungan sekolah dengan masyarakat akan berjalan dengan lancar, sehingga jika ada keperluan dengan orang tua siswa, para guru tidak akan mendapat kesulitan.

Kemampuan sosial meliputi kemampuan guru dalam berkomunikasi, bekerja sama, bergaul simpatik, dan mempunyai jiwa yang menyenangkan.

Kriteria kinerja guru yang harus dilakukan adalah:
  1. Bertindak objektif serta tidak diskriminatif karena pertimbangan jenis kelamin, agama, ras, kondisi fisik, latar belakang keluarga, dan status sosial ekonomi.
  2. Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat.
  3. Beradaptasi di tempat bertugas di seluruh wilayah Republik Indonesia yang memiliki keragaman sosial budaya.
  4. Berkomunikasi dengan komunitas profesi sendiri dan profesi lain secara lisan dan tulisan atau bentuk lain.

D. Kompetensi Profesional.

Kompetensi Profesional Guru yaitu kemampuan yang harus dimiliki guru dalam perencanaan dan pelaksanaan proses pembelajaran. Guru mempunyai tugas untuk mengarahkan kegiatan belajar siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran, untuk itu guru dituntut mampu menyampaikan bahan pelajaran.

Guru harus selalu meng-update, dan menguasai materi pelajaran yang disajikan. Persiapan diri tentang materi diusahakan dengan jalan mencari informasi melalui berbagai sumber seperti membaca buku-buku terbaru, mengakses dari internet, selalu mengikuti perkembangan dan kemajuan terakhir tentang materi yang disajikan.

Kompetensi atau kemampuan kepribadian yaitu kemampuan yang harus dimiliki guru berkenaan dengan aspek:
  1. Dalam menyampaikan pembelajaran, guru mempunyai peranan dan tugas sebagai sumber materi yang tidak pernah kering dalam mengelola proses pembelajaran. Kegiatan mengajarnya harus disambut oleh siswa sebagai suatu seni pengelolaan proses pembelajaran yang diperoleh melalui latihan, pengalaman, dan kemauan belajar yang tidak pernah putus.
  2. Dalam melaksakan proses pembelajaran, keaktifan siswa harus selalu diciptakan dan berjalan terus dengan menggunakan metode dan strategi mengajar yang tepat. Guru menciptakan suasana yang dapat mendorong siswa untuk bertanya, mengamati, mengadakan eksperimen, serta menemukan fakta dan konsep yang benar. Karena itu guru harus melakukan kegiatan pembelajaran menggunakan multimedia, sehingga terjadi suasana belajar sambil bekerja, belajar sambil mendengar, dan belajar sambil bermain,br sesuai kontek materinya.
  3. Di dalam pelaksanaan proses pembelajaran, guru harus memperhatikan prinsip-prinsip didaktik metodik sebagai ilmu keguruan. Misalnya bagaimana menerapkan prinsip apersepsi, perhatian, kerja kelompok, korelasi dan prinsip-prinsip lainnya.
  4. Dalam hal evaluasi, secara teori dan praktik, guru harus dapat melaksanakan sesuai dengan tujuan yang ingin diukurnya. Jenis tes yang digunakan untuk mengukur hasil belajar harus benar dan tepat. Diharapkan pula guru dapat menyusun butir secara benar, agar tes yang digunakan dapat memotivasi siswa belajar.

Kemampuan yang harus dimiliki guru dalam proses pembelajaran dapat diamati dari aspek-aspek:
  • Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu.
  • Menguasai Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar mata pelajaran/ bidang pengembangan yang diampu.
  • Mengembangkan materi pelajaran yang diampu secara kreatif.
  • Mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif
  • Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri

*** Bekal Untuk Uji Kompetensi Awal Sertifikasi 2012 ***

Read More »
Kamis, Januari 05, 2012 | 2 komentar

KARak'S Peringati Hari Aids Sedunia

KARak'S Peringati Hari Aids sedunia

Dalam rangka memperingati hari Aids se dunia tahun 2011 ini, Kamis (1/12/11), perkumpulan yang menamakan dirinya Komunitas Aspirasi Rakyat Situbondo (KARak’S) melakukan donor darah di dua tempat, yakni di Desa Besuki dan Desa Kesambirampak kecamatan Kapongan.

Ini merupakan bentuk kepedulian komunitas yang berdiri pada tanggal 14 Maret 2010 lalu. Bahkan rangkaian acara untuk memperingan hari Aids sedunia ini akan menjadi acara rutin tiap tahunnya.

Ungkapan tersebut di sampaikan oleh Koordinator Presidium KARak’S saat dijumpai dilokasi acara donor darah. “Sebenarnya ini merupakan agenda rutin kami (KARak’S) ditiap 3 bulan sekali. Berhubung bulan ini (Desember, red) adalah bulan peringatan hari Aids seduia, maka kami selaku komunitas yang peduli sosial kemasyarakatan ini sekaligus memperingati hari Aids sedunia,” pungkas Mashudi, STP.

Bahkan, lebih lanjut Mashudi mengungkapkan, Gerakan secara simultan perlu dilakukan oleh semua komponen masyarakat untuk mnencegah penyebaran Aids. “Kita berpikir, untuk kedepan gerakan ini harus diperluas lagi. Misalnya dengan melibatkan tokoh masyarakat, ulama dan pimpinan perusahaan,’’ terangnya lagi.

Seperti yang kita ketahui bersama, Kabupaten yang berlabel kota Santri ini ada yang terjangkit HIV Aids. “Kalau dihitung jumlah korban HIV/AIDS dalam satuan persentase yakni berkisar antara 30 hingga 35 persen,” jelasnya.

Untuk itulah, harap Mashudi, kita sebagai warga yang memiliki solidaritas terhadap bangsa ini wajib hukumnya untuk mencegah. “Donor darah inilah salah satu bentuk kepedulian kita terhadap masyarakat, salah satunya pencegahan HIV Aids yang menyebar di masyarakat,” tambahnya.

Perlu diketahui, rangkaian acara tersebut dilakukan di SMA 1 Besuki pada tanggal 1 Desember 2011 dan pada tanggal 2 Desember 2011 dilaksanakan di Balai Desa Kesambirapak Kecamatan Kapongan. **(onk)**

Read More »
Sabtu, Desember 03, 2011 | 0 komentar

Baksos Donor Darah Melebihi Target

Baksos KARak'S
Seperti pada bulan-bulan sebelumnya, kali ini Komunitas Aspirasi Rakyat Situbondo (KARak'S) mengadakan Baksos (Bakti Sosial di Desa Kesambirampak Kecamatan Kapongan. Bedanya, kali ini hanya kegiatan donor darah yang tidak sama dengan baksos di desa Semiring, Mangaran, Kandang, Jatibanteng, Besuki.

Kegiatan ini, KARAk's bekerjasama dengan LPM Desa Kesambirampak serta didukung oleh puskesmas dan Kader Posyandu desa Kesambirampak.

Sebanyak 29 pendonor yang telah menyumbangkan darahnya untuk orang lain dari 23 pendonor yang direncanakan. "Kami sangat senang bisa bekerjasama dengan LPM desa Kesambirampak, antusias masyarakat untuk bakti sosial ini sangat tinggi. Bayangkan kita melampirkan 23 pendonor ke PMI, eh yang datang sebanyak 29 orang pendonor, sungguh luar biasa," Ungkap andre saat ditemui di acara kegiatan ini.

Sementara itu, ketua LPM Abd Rasyid mengungkapkan, pihaknya merasan bangga bisa menyukseskan baksos ini, sebab mulai dulu yang namanya baksos di desa pinggiran kota ini selalu gagal tidak sesuai rencana. "Sya ucapkan terima kasih atas dukungan masyarakat dan anggota LPM yang telah mensukseskan acara sosial ini, dan terlebih buat mas Onk yang telah banting tulang sejak empat hari lalu," jelas Rasyid.

Banyaknya pendonor yang melebihi target, tambahnya, ini merupakan kebanggan lembaga tersendiri. "Bahkan, ada sekitar 4 orang lagi yang terlambat datang ketika PMI sudah pulang (acara bubar, red), maklum khan hari jum'at, jadi PMI gak bisa terlalu lama disini," tambahnya. ***(onk)

Untuk melihat foto kegiatan tersebut silakan klik Disini

Read More »
Jumat, Desember 02, 2011 | 0 komentar

KARak’S Adakan Halal Bihalal

Komunitas Situbondo | KARak'S
Siapa yang gak kenal dengan jejaring sosial yang satu ini, mulai dari kalangan anak-anak sampai kalangan sesepuh. Facebook merupakan suatu komunitas terbesar dunia maya diseluruh jagad raya ini. Pada hari ini (4/09) Komunitas yang selalu eksis di situbondo yang menamakan KARak’S (Komunitas Asprisari Rakyat Situbondo) mengadakan halal bihalal bersama facebooker dari ujung timur sampai barat kota Situbondo.

Acara salam-salaman ini bertempat di LPK Prestasi Jl. Garuda No.39 dusun Rawan Selatan desa Besuki kecamatan Besuki kabupaten Situbondo dan dihari puluhan facebooker yang berwilayah di kota santri.

“Tidak ada tujuan lain dalam acara halal bihalal ini, hanya silaturrahmi dihari raya idul fitri 1432 H. kami selaku koordinator presidium KARak’S mengucapkan terima kasih terhadap semua undangan yang berekenan hadir,” ungkap koordinator KARak’S, Mashudi STP dihadapan undangan.

Lebih lanjut, pria yang berdomisili di Jl. PB Sudirman Situbondo ini mengatakan, pihaknya bersama KARak’S akan terus mengupayakan kesejahteraan masyarakat dari berbagai hal. KARak’S sudah melakukan kegiatan sosial berupa pengobatan gratis, pemberian makanan tambahan serta USG dan pemeriksaan ibu hamil. “Kami tidak hanya bicara di dunia maya (facebook, red) saja, akan tetapi di dunia nyata telah kami buktikan, salah satunya kegiatan halal bihalal ini,” jelasnya.

Sementara itu, Edy Sutrisno salah satu pentolan KARak’S yang berda di pulau dewata juga hadir memeriahkan acara tahunan ini. Bahkan dirinya mengharapkan kepada KARak’S untuk selalu mengedepankan kepentingan masyarakat tanpa harus mengharapkan tangan dari pemerintah. “Dan ini kami buktikan dengan kegiatan sosial dalam bentuk kesehatan dan ekonomi kerkayatan yang sudah berjalan sekitar satu tahun yang lalu,” ungkap Edy.(onk)

Read More »
Minggu, September 04, 2011 | 0 komentar

KARak'S Bagikan Paket Lebaran Bagi Rakyat Miskin

Komunitas Situbondo | KARak'S

Banyak kalangan memnfaatkan bulan suci ramadhan sebagai momentum untuk berbuat kebaikan. Pada bulan penuh berkah kali ini dimanfaatkan oleh Komunitas Aspirasi Rakyat Situbondo (KARak’S) untuk membagikan paket lebaran kepada rakyat riskin yang berda di desa Mangaran kecamatan Mangaran, Situbondo.

Pembagian paket yang bertempat di kantor LKM (Lembaga Keuangan Mikro) KARak’S desa Mangaran ini (27/08) dikumpulkan dari kepedulian anggota KARak’S kepada masyarakat miskin yang mencapai sekitar 38 paket. “Ini salah satu bentuk kepedulian KARak’S kepada rakyat miskin yang berhasil kami kumpulkan dari anggota,” kata Sekjen KARak’S , Andre Setiawan dihadapan penerima paket lebaran ini.

Untuk itu, lanjutnya, kami mengharapkan KARak’S terus bisa berbagi untuk masyarakat karena komunitas ini tidak ada tujuan lain selain untuk masyarakat. “Kita berbuat tanpa bantuan pemerintah, ini murni iuran anggota. Untuk itu, kami mengharapkan masayarakat sudi menerima paket yang kecil dan kurang berarti ini,” kata Andre merendah.

Perlu diketahui, dalam acara yang berlangsung sore hari itu dihadiri oleh sang sesepuh dari kota Djogja yakni Ke No'e yang turut serta membagikan paket sembako tersebut. "Sya datang kesini demi masyarakat," ungknya santai.

Disisi lain, salah satu penerima paket, Nyi Rakma, saat ditemui mengatakan, dirinya tidak megukur besar kecilnya paket lebaran ini, melainkan kepdulian KARak’S kepada rakyat miskin khususnya di desa Mangaran. “Bule pon kaso’on eparenge niko, masalah rajhe kene’na bentuan niko sepenting ikhlas (Saya sangat berterima kasih atas ini (paket), maslah besar kecilnya bantuan ini yang penting ikhlas),” ungkap wanita dengan usia kepala delapan tersebut. (onk)

Read More »
Sabtu, Agustus 27, 2011 | 0 komentar