Hi, shobat ! selamat datang di Komunitas Situbondo | KARak'S. - Tentang Kami - Kontak Kami
Polling
Bagaimana Menurut Anda Kegiatan / Kiprah KARak'S Selama Ini?






Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Mau Tahu..? Kecepatan Terbang Malaikat Jibril

Komunitas Situbondo | KARak'S
Ahli Fisika dari Mesir bernama DR. Mansour Hassab El Naby berhasil membuktikan berdasarkan petunjuk Al Qur'an (QS As Sajdah:5) kecepatan cahaya dapat dihitung dengan tepat sama dengan hasil pengukuran secara ilmu fisika modern (A New Astronomical Quranic Method for The Determination of The Greatest Speed C .

Ilustrasi I

Berdasarkan QS As Sajdah ayat 5 :

Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadaNya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu
Secara jelas ayat tersebut memakai perbandingan bahwa satu hari sama dengan 1.000 tahun, dihitung dengan cermat ternyata sama dengan kecepatan cahaya. Pertanyaannya kemudian, petunjuk ayat ini apakah sebagai penjelas atas petunjuk ayat dalam Al Qur'an yang lain?

Apakah kecepatan cahaya merupakan yang paling cepat di jagad raya ini seperti dugaan manusia sekarang berdasarkan ilmu fisika modern? Dari beberapa ayat di dalam Al Qur'an disebutan bahwa malaikat mempunyai kecepatan terbang yang sangat cepat.

Seperti dalam QS An Naazi´aat ayat 3-4
  1. Demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan
  2. Dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencangnya [1537]
  3. Dan (malaikat-malaikat) yang turun dari langit dengan cepat4. Dan (malaikat-malaikat) yang mendahului dengan kencang

Juga pada QS Al Mursalat ayat 1-2 dijelaskan bahwa malaikat terbang dengan kencang atau cepat:

Bagaimana malaikat terbang? Malaikat dapat terbang karena memiliki sayap, ada yang mempunyai 2, 3 atau 4 sayap.

Disebutkan pada QS Faathir ayat 1 :

Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Dari penjelasan tersebut dapat lebih jelas bahwa yang mampu terbang dengan kecepatan tinggi adalah malaikat. Seberapa cepat terbangnya?

Petunjuk dalam ayat tersebut sangat jelas bahwa perbandingan kecepatan terbang malaikat adalah dalam sehari kadarnya 50.000 tahun. Berdasarkan metode penghitungan yang dilakukan DR. Mansour Hassab El Naby seperti dalam tulisannya bahwa untuk satu hari yang berkadar 1.000 tahun sama dengan kecepatan cahaya (299.792,4989 km/detik). Berdasar rumus-rumus dan cara yang sama untuk perbandingan sehari sama dengan 50.000 tahun dapat diperoleh hasil perhitungan sama dengan 50 kali kecepatan cahaya (14.989.624,9442 km/detik). Kesimpulannya adalah berdasarkan informasi dari Al Qur'an dapat dihitung kecepatan terbang malaikat dan Jibril yaitu 50 kali kecepatan cahaya! Masya Allah!

Ilustrasi 2

Sampai saat ini pengetahuan manusia belum menemukan sesuatu pun yang mempunyai kecepatan melebihi kecepatan cahaya. Berdasarkan petunjuk Al Qur'an sangat jelas disebutkan bahwa malaikat dan Jibril mempunyai kemampuan terbang 50 kali kecepatan cahaya. Hal tersebut bisa dimaklumi karena penciptaan malaikat berasal dari unsur cahaya (nuur). Suatu saat diharapkan ilmuwan muslim dapat meneliti petunjuk tersebut dan menjadi penemu yang selangkah lebih maju karena berdasarkan Al Qur'an, kitab suci yang merupakan satu-satunya kitab yang eksak, berisi kepastian karena merupakan Firman Allah SWT.
____________________________________________________________
Jika menurut kalian, artikel ini bermanfaat.
SilaHkan di-share untuk teman Anda, sahabat Anda, keluarga Anda, atau bahkan orang yang tidak Anda kenal sekalipun.
semoga Anda juga mendapatkan balasan pahala yang berlimpah dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Sumber : Sudah Tahukah Anda ?

Read More »
Sabtu, Maret 17, 2012 | 1 komentar

Kelaparan, Nenek Mencuri Hakim Menagis

Komunitas Situbondo | KARak'S
KARak'S - Diruang sidang pengadilan, hakim Marzuki duduk tercenung menyimak tuntutan jaksa PU terhadap seorang nenek yg dituduh mencuri singkong, nenek itu berdalih bahwa hidupnya miskin, anak lelakinya sakit, cucunya lapar, namun manajer PT A**** K**** (BAK** grup) tetap pada tuntutannya, agar menjadi contoh bagi warga lainnya.Hakim Marzuki menghela nafas,dia memutus diluar tuntutan jaksa PU, “maafkan saya” katanya sambil memandang nenek itu,’saya tidak dapat membuat pengecualian hukum, hukum tetap hukum, jadi anda harus dihukum. saya mendenda anda 1jt rupiah dan jika anda tdk mampu bayar maka anda harus masuk penjara 2,5 tahun, seperti tuntutan jaksa PU’.Nenek itu tertunduk lesu, hatinya remuk redam, sementara hakim Marzuki mencopot topi toganya, membuka dompetnya kemudian mengambil & memasukkan uang 1jt rupiah ke topi toganya serta berkata kepada hadirin. 

“Saya atas nama pengadilan, jg menjatuhkan denda kepada tiap orang yg hadir diruang sidang ini sebesar 50rb rupiah, sebab menetap dikota ini, yg membiarkan seseorang kelaparan sampai harus mencuri untuk memberi makan cucunya”, sodara panitera, tolong kumpulkan dendanya dalam topi toga saya ini lalu berikan semua hasilnya kepada terdakwa.”Sampai palu diketuk dan hakim marzuki meninggaikan ruang sidang, nenek itupun pergi degan mengantongi uang 3,5jt rupiah, termasuk uang 50rb yg dibayarkan oleh manajer PT A**** K**** yg tersipu malu karena telah menuntutnya.

Sungguh sayang kisahnya luput dari pers. Kisah ini sungguh menarik sekiranya ada teman yg bisa mendapatkan dokumentasi kisah ini bisa di share di media untuk jadi contoh kepada aparat penegak hukum lain untuk bekerja menggunakan hati nurani dan mencontoh hakim Marzuki. ***

** Semoga bisa menjadi pelajaran buat kita semua Insyaallah………


Sumber : Sudah Tahukah Anda?

Read More »
Minggu, Maret 04, 2012 | 4 komentar

Akankah Musrenbang Nyata?

Komunitas Situbondo | KARak'S
Oleh : Kang Onk - Seperti yang diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang desa dan dan Permendagri Nomor 66 Tahun 2007 tentang perencanaan pembangunan desa. Maka dari itulah, pemerintahan desa wajib hukumnya untuk melaksanakan perencanaan pembangunan desa selama 5 tahun yang menjadi dokumen Rencana Pembagunan Jangka Menengah Desa (RPJMDesa) dan Rerncana Kerja Pembangunan Desa (RKPDes) dalam pertahunnya.

Ini sebagai wujud dari visi misi seorang kepala desa (kalau di Situbondo disebut petinggi) dalam membangun desanya dan berbagai bidang baik dari bidang ekonomi, pemerintahan dan sosial budaya maupun infrastruktur wilayah.

Sebab, Indeks Pembangunan Manusia (IPM, red) tidak hanya bisa diukur oleh infrastruktur yang mapan dan merata, melainkan banyak hal yang perlu ditingkatkan demi terwujudnya masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera. Bidang Ekonomi misalnya, peningkatan pendapatan masyarakat dari segi ekonomi akan menjamin kesejahteraan masyarakat dalam berkehidupan yang mandiri. Tidak hanya itu, bidang pemerintahan dan sosial budaya juga menjadi pendukung utama tibngkat peningkatan kesejahteraan masyarakat. Seperti urusan kesehatan, pendidikan, sosial dan budaya.

Banyak hal hal masih harus kita benahi dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sebab, para punggawa-punggawa masih memikirkan kesejahteraan masyarakat untuk dijadikan barang komodity demi terlaksananya kepentingan pribadi dan kelompok serta golongannya. Bukan sebagai program berkelanjutan yang bermanfaat bagi semua.

Seperti yang terjadi di kota santri (julukan kabupaten situbondo), makna musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) yang seharusnya berbagai segi untuk ditingkatkan dan mengupayakan tingkat kebutuhan masyarakat yang menjadi prioritas akan tetapi kepentingan terbesar yang mencampur adukan dalam musrenbangdesa dan musrenbangcam.

Bukti nyata, saya selaku fasilitator musrenbangcam terus mengupayakan pelaksanaan musrenbang baik ditingkat desa ataupun kecamatan sesuai apa yang diamanatkan dalam UUD yang telah ditetapkan serta dijabarkan dalam surat edaran Bupati Situbondo. Namun, upaya-upaya itu masih harus terbentur oleh dinding-dinding kekuatan yang mau tidak mau menjadi power tersendiri di lingkungannya.

Dalam konteks inilah, marilah kita upayakan semaksimal mungkin demi tercipatanya masyarakat yang aman, tertib, adil, makmur dan sejahtera dalam pelaksanaan musrenbang.

Musrenbang Nyata?

Saya kira masih belum bisa di bilang demikian, berdasarkan realita yang terjadi musrenbang tidak sesuai harapan masyarakat, seperti yang dijelaskan pada poin diatas, tingkat kebutuhan masyarakat dari berbagai segi harus termentahkan oleh kepentingan-kepentingan proyek.

Pada saat musrenbang ditingkat desa sudah menjadi kesepakatan bersama yang harus dibukukan dalam RKPDes. Akan tetapi pada pembuatan RKPDesa tersebut harus berubah 80 porsen dari tingkat kebutuhan, misalnya kepentingan sekelompok golongan akan menjadi super prioritas dalam dokumen RKPDesa tersebut.

Tidakkah engkau mau merubah dari kepentingan pribadi dan kelompok menjadi kepentingan bersama?

Read More »
Jumat, Maret 02, 2012 | 1 komentar

Madrasah Idamanku.....???

Komunitas Situbondo | KARak'S
Oleh: Dayat - Keinginan kuat untuk menjadikan sekolah yang konsen terhadap pendidikan agama islam, yang sudah di gagas dan berdiri sejak puluhan tahun yang lalu kini mulai di terpa arus modernisasi sehingga menuntut adanya inovasi baru dalam melaksanakan pendidikan berbasis madrasah yang masih banyak di adopsi pondok pesantren. Di akui atau tidak Keberadaan madrasah mulai tidak di gandrungi lagi oleh para peminat pendidikan di negeri ini. Padahal madrasah merupakan lembaga pendidikan tertua setelah pondok pesantren, yang awal kemunculannya di sebakan dua factor penting yang pertama adalah factor pembaharuan islam, dan yang kedua karena respon terhadap politik pendidikan hindia belanda pada waktu itu. Ini di buktikan dengan adanya madarasah pada abad 20 tepatnya pada tahun 1905 di daerah kerajaan Surakarta dengan nama Madrasah Mambaul Ulum dan Sekolah Adabiyah di Sumatra Barat yang didirikan oleh Syekh Abdullah Ahmad pada tahun 1909.

Karenanya madrasah harus mulai merubah paradigma pendidikan yang selama ini di anutnya, tidak lagi menjadi madrasah yang hanya konsen terhadap iman dan taqwa (IMTAQ) saja sehingga tidak peduli dengan perkembangan zaman dan tetap berdiri dalam posisi kekolotannya, dengan ciri khas klasiknya. tetapi juga harus memadukan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi (IPTEK) dengan tanpa harus membuang identitas dan tujuan awal berdirnya. madrasah pada masa depan adalah madrasah yang harus di kelola secara moderen dari semua aspek yang mendukung, mulai dari guru/ustadz, kurikulum, metode bahkan dari segi fasilitasnya, sehingga tidak lagi menjadi sekolah yang membosankan.

Meskipun madrasah kini berada di bawah departemen agama, dan menjadikannya sebagai sekolah umum yang becirikan khas islam dan bahkan kurikulum pembelajarannya mengikuti Departemen Pendidikan Nasional ternyata belum mampu menopang atau bahkan mengankat status madrasah sebagai sekolah yang excelent dan punya daya pikat di negri ini, buktinya madrasah masih menjadi pilihan ke dua, setelah sekolah umum lainnya.

Keberadaan madrasah pada saat ini sudah mencapai titk nadir yang memprihatinkan, mungkin ada beberapa saja yang masih eksis itupun yang masih berinduk kepada yayasan seperti halnya pondok pesantren, ini di karenakan ada beberapa pesantren yang mewajibkan para santri atau siswanya untuk masuk sekolah madrasah, karena ini terkait dengan visi pesantren, atau hanya pendidikan madrasah saja yang ada di pesantren tersebut sehingga tidak memungkinkan para santri untuk memilih mereka harus sekolah dimana, jika seandainya hal itu tidak di wajibkan bukan tidak mungkin para santri akan lebih memilih sekolah umum dari pada sekolah madrasah. Hal ini terjadi di karenakan manajemen yang di gunakan masih amat kaku, proses pembelajaran yang kurang memadai, pengembangan sumber daya manusia yang tidak professional, dan sebagainya. Dan jika pola ini di biarkan (tanpa ada solusi alternative terbaik kedepannya) bukan tidak mungkin akan berdampak juga terhadap eksistensi pesantren atau yayasan yang menaunginya atau bahkan agama islam di dunia.

Fenomena yang harus di sikapi serius oleh para pelaku pendidikan, dalam hal ini adalah stakeholder madrasah, jika tidak madrasah akan di tinggal oleh siswanya yang akhirnya hanya tinggal nama dan sejarah saja, atau jika itu sebuah kewajiban yang menuntut untuk masuk madrasah, maka akan banyak masalah yang terjadi, yang indikasinya adalah akan banyak siswa/santri yang jarang masuk sekolah madrasah atau banyak scor negatifnya, tidak serius mengikuti pelajaran di sekolah, bahkan tidur dan ngomel sendiri di dalam kelas, dan jika ini terjadi maka madrasah tidak akan mampu mencetak alumni yang berkualitas, ini di karenakan keterpaksaan para santri/siswa untuk mengikuti semua proses pembelajaran di madrasah.

Padahal harapan dunia islam terhadap keberadaan madrasah sangat tinggi sebagai benteng terakhir untuk membangun sumber daya manusia yang berkualitas, berwawasan luas yang mampu bersaing di era yang penuh dinamika ini, dengan tetap mengedepankan iman, taqwa serta etika (akhlaqul Karimah) dalam setiap hal, dalam artian generasi muslim tidak hanya di harapkan mampu membaca dan mengamalkan kitab kuning saja, tetapi mereka di tuntut bagaimana bisa berbuat lebih dan mampu memadukannya dengan harapan dan tuntutan zaman. Sehingga kesan sekolah madrasah hanya bisa mencetak pimpinan tahlil dan kyai langgaran saja itu bisa di mentahkan dengan berbagai macam keahlian yang di miliki oleh para alumnus madrasah. Karena bangsa ini tidak hanya membutuhkan kyai or ulama’ saja, tapi menuntut yang lebih dari itu, politikus, professor, ahli ekonomi, seniman, dan yang lainnya, sehingga jika ini tercapai maka akan ada politikus yang ulama, seniman yang kyai, dan bahkan presiden yang bermoral ulama’, seperti yang di cita-citakan KHR. As’ad syamsul Arifin dalam wasiatnya “saya ingin santri saya seperti santrinya sunan ampel, ada yang menjadi ulama’, fuqaha’ seniman, ….

Untuk mewujudkan semua itu madrasah harus mulai membuka mata, dan membaca realitas perkembangan zaman yang ada, dan yang penting meninggalkan tradisi kolotnya. Jika tidak, akan banyak generasi muslim yang menjadi korban pendidikan madrasah.

Salah satu tawaran untuk melakukan perubahan kearah yang lebih baik adalah melakukan pembaharuan kepada madrasah dengan tiga hal yaitu ;(1) menyempurnakan system pendidikan pesantren atau madrasah, (2). Penyesuaian dengan system pendidikan modern,.(3). Menjembatani antara sistem pendidikan tradisional pesantren atau madrasah dengan system pendidikan modern. Sehingga madrasah kedepannya akan menjadi madrasah unggul. Madrasah unggul dalam hal inputnya, ini yang pertama, yang kedua unggul dalam hal fasilitasnya dan yang ketiga madrasah unggul yang penekanannya pada proses dan iklim yang sehat. Dengan demikian Madarasah unggul yang berkembang ada tiga:

Pertama, Madrasah unggul karena inputnya sudah unggul terdiri dari siswa yang memiliki nilai akademis tinggi melalui seleksi yang sangat ketat. Pada kondisi yang demikian, meskipun proses belajar mengajarnya tidak luar biasa, dapat diduga bahwa lulusannya akan bermutu unggul. Keunggulan lulusannya memang merupakan bawaan sebelum siswa masuk madrasah tersebut. Kedua, Madrasah unggul dalam fasilitas, misalnya komputer dengan fasilitas buku-buku atau kitab-kitab rujukan yang memadai, laptop, multimedia, internet, LCD dan proyektor, sarana yang lengkap. Karena fasilitas unggul, maka harga fasilitas tersebut sangat mahal. Harapannya, siswa dapat bertahan di sekolah lebih lama, rasio guru-murid yang baik, sehingga proses belajar mengajar akan lancar dan lulusannya bermutu tinggi. Ketiga, Madrasah yang penekanannya pada proses belajar mengajar atau iklim belajar yang positif. Pada tipe ini madrasah mampu memproses siswa yang bermutu rendah waktu masuk madrasah menjadi lulusan yang bermutu tinggi.

Sebenarnya ada beberapa tawaran lain yang di berikan oleh para pakar pendidikan dalam menyikapi masalah-masalah yang terjadi di dalam tubuh madrasah ini, tapi entah itu di lakukan atau tidak, walaupun seperti itu madrasah di harap tetap terus melakukan inovasi untuk menemukan form terbaiknya, dan ini juga harus di dukung oleh semua elemen yang terkait di dalamnya, jika tidak maka cita- cita itu tidak akan pernah tercapai.

Selamat mencoba..

Read More »
Kamis, Maret 01, 2012 | 0 komentar

Bedah Kompetensi Guru

Komunitas Situbondo | KARak'S
Oleh : Edy Sutrisno - Apabila anda telah masuk dalam Update Daftar Calon Peserta Sertifikasi Guru Tahun 2012, maka anda harus mempersiapakan diri untuk mengikuti tes seleksi dengan mengerjakan Soal Ujian Online Seleksi Peserta Serifikasi Guru 2012. Dari hasil seleksi tersebut akan ditentukan apakah anda layak untuk mengikuti Sertifikasi Guru apa tidak. Khabarnya juga menggunakan ujan online yang akan di laksanakan pada bulan Januari 2012. Sudah siapkah anda??? Terus Materi apa yang akan di ujikan?? Menurut kabar dan diskusi praktisi Pendidikan, Kompetensi Guru yang akan diujikan. Lalu apa saja Kompetensi Guru itu ?

Kompetensi Guru merupakan seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dikuasai, dan diaktualisasikan oleh Guru dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru, dinyatakan bahwasanya kompetensi yang harus dimiliki oleh Guru meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi.

Kompetensi Guru tersebut bersifat menyeluruh dan merupakan satu kesatuan yang satu sama lain saling berhubungan dan saling mendukung.

A. Kompetensi Paedagogik.

Kompetensi pedagogik yang dimaksud dalam tulisan ini yakni antara lain kemampuan pemahaman tentang peserta didik secara mendalam dan penyelenggaraan pembelajaran yang mendidik. Pemahaman tentang peserta didik meliputi pemahaman tentang psikologi perkembangan anak. Sedangkan Pembelajaran yang mendidik meliputi kemampuan merancang pembelajaran, mengimplementasikan pembelajaran, menilai proses dan hasil pembelajaran, dan melakukan perbaikan secara berkelanjutan.

Menurut Peraturan Pemerintah tentang Guru, bahwasanya kompetensi pedagogic Guru merupakan kemampuan Guru dalam pengelolaan pembelajaran peserta didik yang sekurang-kurangnya meliputi:

1. Pemahaman wawasan atau landasan kependidikan.
Guru memiliki latar belakang pendidikan keilmuan sehingga memiliki keahlian secara akademik dan intelektual. Merujuk pada sistem pengelolaan pembelajaran yang berbasis subjek (mata pelajaran), guru seharusnya memiliki kesesuaian antara latar belakang keilmuan dengan subjek yang dibina. Selain itu, guru memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam penyelenggaraan pembelajaran di kelas. Secara otentik kedua hal tersebut dapat dibuktikan dengan ijazah akademik dan ijazah keahlian mengajar (akta mengajar) dari lembaga pendidikan yang diakreditasi pemerintah.

2. Pemahaman terhadap peserta didik.
Guru memiliki pemahaman akan psikologi perkembangan anak, sehingga mengetahui dengan benar pendekatan yang tepat yang dilakukan pada anak didiknya. Guru dapat membimbing anak melewati masa-masa sulit dalam usia yang dialami anak. Selain itu, Guru memiliki pengetahuan dan pemahaman terhadap latar belakang pribadi anak, sehingga dapat mengidentifikasi problem-problem yang dihadapi anak serta menentukan solusi dan pendekatan yang tepat.

3. pengembangan kurikulum/silabus.
Guru memiliki kemampuan mengembangkan kurikulum pendidikan nasional yang disesuaikan dengan kondisi spesifik lingkungan sekolah.

4. Perancangan pembelajaran.
Guru memiliki merencanakan sistem pembelajaran yang memamfaatkan sumber daya yang ada. Semua aktivitas pembelajaran dari awal sampai akhir telah dapat direncanakan secara strategis, termasuk antisipasi masalah yang kemungkinan dapat timbul dari skenario yang direncanakan.

5. pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis.
Guru menciptakan situasi belajar bagi anak yang kreatif, aktif dan menyenangkan. Memberikan ruang yang luas bagi anak untuk dapat mengeksplor potensi dan kemampuannya sehingga dapat dilatih dan dikembangkan.

6. Pemanfaatan teknologi pembelajaran.

Dalam menyelenggarakan pembelajaran, guru menggunakan teknologi sebagai media. Menyediakan bahan belajar dan mengadministrasikan dengan menggunakan teknologi informasi. Membiasakan anak berinteraksi dengan menggunakan teknologi.

7. Evaluasi hasil belajar.
Guru memiliki kemampuan untuk mengevaluasi pembelajaran yang dilakukan meliputi perencanaan, respon anak, hasil belajar anak, metode dan pendekatan. Untuk dapat mengevaluasi, guru harus dapat merencanakan penilaian yang tepat, melakukan pengukuran dengan benar, dan membuat kesimpulan dan solusi secara akurat.

8. Pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.
Guru memiliki kemampuan untuk membimbing anak, menciptakan wadah bagi anak untuk mengenali potensinya dan melatih untuk mengaktualisasikan potensi yang dimiliki.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengembangkan kemampuan ini adalah dengan melaksanakan penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas, berbasis pada perencanaan dan solusi atas masalah yang dihadapi anak dalam belajar. Sehingga hasil belajar anak dapat meningkat dan target perencanaan guru dapat tercapai. Pada prinsipnya, Kesemua aspek kompetensi paedagogik di atas senantiasa dapat ditingkatkan melalui pengembangan kajian masalah dan alternatife solusi.

B. Kompetensi Kepribadian.

Pelaksanaan tugas sebagai guru harus didukung oleh suatu perasaan bangga akan tugas yang dipercayakan kepadanya untuk mempersiapkan generasi kualitas masa depan bangsa. Walaupun berat tantangan dan rintangan yang dihadapi dalam pelaksanaan tugasnya harus tetap tegar dalam melaksakan tugas sebagai seorang guru.

Pendidikan adalah proses yang direncanakan agar semua berkembang melalui proses pembelajaran. Guru sebagai pendidik harus dapat mempengaruhi ke arah proses itu sesuai dengan tata nilai yang dianggap baik dan berlaku dalam masyarakat. Tata nilai termasuk norma, moral, estetika, dan ilmu pengetahuan, mempengaruhi perilaku etik siswa sebagai pribadi dan sebagai anggota masyarakat. Penerapan disiplin yang baik dalam proses pendidikan akan menghasilkan sikap mental, watak dan kepribadian siswa yang kuat. Guru dituntut harus mampu membelajarkan siswanya tentang disiplin diri, belajar membaca, mencintai buku, menghargai waktu, belajar bagaimana cara belajar, mematuhi aturan/tata tertib, dan belajar bagaimana harus berbuat. Semuanya itu akan berhasil apabila guru juga disiplin dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya.

Guru harus mempunyai kemampuan yang berkaitan dengan kemantapan dan integritas kepribadian seorang guru.
Aspek-aspek yang diamati adalah:
  1. Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan nasional Indonesia.
  2. Menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur, berakhlak mulia, dan teladan bagi peserta didik dan masyarakat.
  3. Menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa.
  4. Menunjukan etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru, dan rasa percaya diri.
  5. Menjunjung tinggi kode etik profesi guru.

C. Kompetensi Sosial.

Guru di mata masyarakat dan siswa merupakan panutan yang perlu dicontoh dan merupkan suritauladan dalam kehidupanya sehari-hari. Guru perlu memiliki kemampuan sosial dengan masyakat, dalam rangka pelaksanaan proses pembelajaran yang efektif. Dengan dimilikinnya kemampuan tersebut, otomatis hubungan sekolah dengan masyarakat akan berjalan dengan lancar, sehingga jika ada keperluan dengan orang tua siswa, para guru tidak akan mendapat kesulitan.

Kemampuan sosial meliputi kemampuan guru dalam berkomunikasi, bekerja sama, bergaul simpatik, dan mempunyai jiwa yang menyenangkan.

Kriteria kinerja guru yang harus dilakukan adalah:
  1. Bertindak objektif serta tidak diskriminatif karena pertimbangan jenis kelamin, agama, ras, kondisi fisik, latar belakang keluarga, dan status sosial ekonomi.
  2. Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat.
  3. Beradaptasi di tempat bertugas di seluruh wilayah Republik Indonesia yang memiliki keragaman sosial budaya.
  4. Berkomunikasi dengan komunitas profesi sendiri dan profesi lain secara lisan dan tulisan atau bentuk lain.

D. Kompetensi Profesional.

Kompetensi Profesional Guru yaitu kemampuan yang harus dimiliki guru dalam perencanaan dan pelaksanaan proses pembelajaran. Guru mempunyai tugas untuk mengarahkan kegiatan belajar siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran, untuk itu guru dituntut mampu menyampaikan bahan pelajaran.

Guru harus selalu meng-update, dan menguasai materi pelajaran yang disajikan. Persiapan diri tentang materi diusahakan dengan jalan mencari informasi melalui berbagai sumber seperti membaca buku-buku terbaru, mengakses dari internet, selalu mengikuti perkembangan dan kemajuan terakhir tentang materi yang disajikan.

Kompetensi atau kemampuan kepribadian yaitu kemampuan yang harus dimiliki guru berkenaan dengan aspek:
  1. Dalam menyampaikan pembelajaran, guru mempunyai peranan dan tugas sebagai sumber materi yang tidak pernah kering dalam mengelola proses pembelajaran. Kegiatan mengajarnya harus disambut oleh siswa sebagai suatu seni pengelolaan proses pembelajaran yang diperoleh melalui latihan, pengalaman, dan kemauan belajar yang tidak pernah putus.
  2. Dalam melaksakan proses pembelajaran, keaktifan siswa harus selalu diciptakan dan berjalan terus dengan menggunakan metode dan strategi mengajar yang tepat. Guru menciptakan suasana yang dapat mendorong siswa untuk bertanya, mengamati, mengadakan eksperimen, serta menemukan fakta dan konsep yang benar. Karena itu guru harus melakukan kegiatan pembelajaran menggunakan multimedia, sehingga terjadi suasana belajar sambil bekerja, belajar sambil mendengar, dan belajar sambil bermain,br sesuai kontek materinya.
  3. Di dalam pelaksanaan proses pembelajaran, guru harus memperhatikan prinsip-prinsip didaktik metodik sebagai ilmu keguruan. Misalnya bagaimana menerapkan prinsip apersepsi, perhatian, kerja kelompok, korelasi dan prinsip-prinsip lainnya.
  4. Dalam hal evaluasi, secara teori dan praktik, guru harus dapat melaksanakan sesuai dengan tujuan yang ingin diukurnya. Jenis tes yang digunakan untuk mengukur hasil belajar harus benar dan tepat. Diharapkan pula guru dapat menyusun butir secara benar, agar tes yang digunakan dapat memotivasi siswa belajar.

Kemampuan yang harus dimiliki guru dalam proses pembelajaran dapat diamati dari aspek-aspek:
  • Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu.
  • Menguasai Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar mata pelajaran/ bidang pengembangan yang diampu.
  • Mengembangkan materi pelajaran yang diampu secara kreatif.
  • Mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif
  • Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri

*** Bekal Untuk Uji Kompetensi Awal Sertifikasi 2012 ***

Read More »
Kamis, Januari 05, 2012 | 2 komentar

Perjuangan Anggaran Pro Poor dan Pro Gender (Part 3)

Anggaran Pro Poor
Memahamkan Masyarakat Sadar Anggaran Studi Kasus Program CSIAP II di Kabupaten Situbondo
Mashudi, PO CSIAP II Fitra Jatim

C. Kesimpulan

Inisiatif program yang dijalankan di Kabupaten Situbondo adalah penguatan kapasitas CSO dan MBO terhadap penganggaran daerah. CSO yang menjalankan adalah Fitra Jatim. advokasi Fitra Jatim telah berhasil mengadvokasi ADD, alokasi anggaran untuk Jamkesda dan advokasi untuk akuntabilitas anggaran.

Momen politik pendorong keberhasilan inisiatif program adalah hubungan stakeholder yang terbangun baik, khususnya dengan SKPD, yaitu Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan, serta Sekretariat DPRD. Relasi yang terbangun seolah tanpa batas, mengingat kehadiran Fitra Jatim mampu menjadi “partner” bagi SKPD ketika berhadapan dengan DPRD utamanya dalam proses penganggaran. Kemampuan analisis anggaran yang dimiliki Fitra Jatim sangat berpengaruh dalam menumbuhkan mutual trust diantara elemen eksekutif, legislatif dan masyarakat.

Tantangan ke Depan

Ada beberapa tantangan yang dihadapi oleh CSO Situbondo ke depan, antara lain adalah adanya latar belakang pengalaman kepemimpinan Bupati baru diyakini masih kurang paham dengan kondisi yang diadvokasi oleh kalangan CSO yang ada di Situbondo. Anggaran dari lembaga donor juga akan berakhir masanya padahal beberapa kegiatan yang akan dilakukan CSO masih ada keberlanjutan.

============================================================================
Daftar Isi :
  1. Perjuangan Anggaran Pro Poor dan Pro Gender: Memahamkan Masyarakat Sadar Anggaran Studi Kasus Program CSIAP II di Kabupaten Situbondo (Part 1)
  2. Perjuangan Anggaran Pro Poor dan Pro Gender: Memahamkan Masyarakat Sadar Anggaran Studi Kasus Program CSIAP II di Kabupaten Situbondo (Part 2)
  3. Perjuangan Anggaran Pro Poor dan Pro Gender: Memahamkan Masyarakat Sadar Anggaran Studi Kasus Program CSIAP II di Kabupaten Situbondo (Part 3)
============================================================================

Read More »
Senin, Desember 05, 2011 | 1 komentar

Perjuangan Anggaran Pro Poor dan Pro Gender (Part 2)

Anggaran Pro Poor
Memahamkan Masyarakat Sadar Anggaran Studi Kasus Program CSIAP II di Kabupaten Situbondo
Mashudi, PO CSIAP II Fitra Jatim

B. Inisiatif Program : Menggapai Layanan Publik yang Berkomitmen pada Kaum Miskin

Inisiatif program anti kemiskinan dan berpihak pada gender yang dijalankan di Kabupaten Situbondo adalah penguatan kapasitas CSO dan MBO terhadap penganggaran daerah. CSO yang menjalankan adalah Fitra Jatim merupakan organisasi masyarakat sipil yang konsen pada persoalan kebijakan publik dan perencanaan anggaran daerah dalam proses pembangunan, mendorong kebijakan anggaran dalam APBD yang lebih pro kepada masyarakat miskin dan responsif gender, termasuk mengawal dan mengawasi hasil kebijakan APBD yang telah diadvokasi. Tujuan utama penyelenggaraan inisiatif program adalah meningkatnya pelayanan publik, sumber daya dan kesempatan ekonomi bagi kelompok miskin dan perempuan.

Target dari dilaksanakannya inisiatif program ini adalah menghasilkan output berupa :
  1. Peningkatan komitmen dan kapasitas Pemda dalam penyelenggaraan pemerintahan yang berpihak kepada kelompok miskin dan perempuan
  2. Peningkatan komitmen dan kapasitas teknis/struktural MBOs dan CSOs untuk mendorong dan mengawasi kebijakan dan anggaran pemerintah yang berpihak kepada kelompok miskin dan responsif gender
  3. Adanya layanan informasi dan pusat belajar anggaran yang menjamin peningkatan pengetahuan warga terhadap proses penganggaran
  4. Adanya jaminan akses bagi kelompok miskin dan marginal dalam berpartisipasi dan jaminan kepastian terakomodasinya aspirasi warga.

Cakupan inisiatif program yang dijalankan CSO, mencakup beberapa tahapan yang sekaligus dijadikan indikator keberhasilan. Tahap pertama, meningkatnya alokasi anggaran untuk akses bidang pendidikan (BOSDA) dan kesehatan melalui (JAMKESDA) bagi masyarakat miskin dalam APBD 2011. Tahap kedua, meningkatnya kapasitas teknis analisis perencanaan dan penganggaran DPRD dalam pembahasan anggaran. Tahap ketiga, adanya media komunikasi antara warga dengan DPRD. Tahap keempat, adanya regulasi yang menjamin partisipasi masyarakat dalam setiap proses perencanaan dan penganggaran daerah.

Beberapa komitmen kesepakatan yang didorong dalam melakukan advokasi adalah :

Pertama, legislasi partisipasi masyarakat dan pengelolaan APBD yang akuntabel, mencakup :
  1. Adanya kebijakan daerah di kabupaten Situbondo berupa Peraturan Daerah hasil inisiatif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Situbondo yang menjamin keterlibatan masyarakat baik laki-laki maupun perempuan dalam setiap tahapan dan proses kebijakan publik di Kabupaten Situbondo
  2. Adanya kebijakan publik di Kabupaten Situbondo yang menjamin hak publik atas akses informasi dan atau dokumen perencanaan dan penganggaran
  3. Perlu adanya rumusan standar minimal pelayanan publik di Kabupaten Situbondo sesuai dengan peraturan pemerintah mengenai standar pelayanan minimal
  4. Mendorong pengelolaan aset dan potensi daerah yang profesional dan akuntabel dalam rangka peningkatan PAD dan pengelolaan APBD Kabupaten Situbondo yang efektif dan efisien.

Kedua, budgeting di bidang pendidikan berupa dorongan alokasi APBD sampai 20% secara bertahap sampai dengan 5 tahun ke depan di luar belanja aparatur dan administrasi umum. Anggaran tersebut dipergunakan antara lain sebagai berikut:
  1. Membebaskan biaya pendidikan bagi siswa-siswi SD, SMP, SMA dan sederajat baik negeri maupun swasta
  2. Penghargaan berupa beasiswa kompetitif mulai dari SD sampai dengan perguruan tinggi bagi anak yang berprestasi, berbakat dan miskin
  3. Peningkatan kwalitas dan kesejahteraan pendidik guru formal, guru kontrak dan guru honorer
  4. Lahirnya kebijakan publik di Kabupaten Situbondo yang menjamin kesejahteraan guru kontrak, guru honorer dan berbasis kearifan lokal (madrasah qur’an/guru ngaji musholla,pesantren dan diniyah) baik formal maupun informal
  5. Revitalisasi pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) untuk perempuan dan masyarakat miskin.

Budgeting
di bidang kesehatan mendorong alokasi APBD sampai 15% secara bertahap sampai 5 tahun ke depan di luar belanja aparatur dan administrasi umum untuk belanja kesehatan yang antara lain sebagai berikut:
  1. Pengadaan alat kesehatan dan obat-obatan di rumah sakit, puskesmas dan pustu yang berkualitas dan gratis untuk masyarakat miskin
  2. Sosialisasi dan penyediaan layanan kesehatan yang menyangkut reproduksi perempuan serta informasi hak kesehatan reproduksi perempuan termasuk adanya jaminan sosial bagi ibu hamil dan menyusui
  3. Jaminan pengadaan secara gratis bagi balita dan lansia dalam mendapatkan pelayanan posyandu termasuk pengadaan obat-obatan atau vaksin
  4. Pengadaan pusat informasi secara terpadu yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi, gizi balita dan anak di setiap kelurahan
  5. Jaminan biaya kesehatan dan visum bagi perempuan dan anak korban kekerasan secara gratis.

Ketiga, terkait controlling yang mencakup :
  1. Adanya indikator yang jelas tentang optimalisasi fungsi kontrol dewan (DPRD) Kabupaten Situbondo dalam upaya pengawasan semua tahapan proses perencanaan dan realisasi anggaran di dua SKPD, yaitu bidang pendidikan dan kesehatan
  2. Adanya indikator yang jelas tentang optimalisasi fungsi interim control untuk memastikan layanan publik berjalan sesuai standar yang di terapkan dan memenuhi harapan rakyat
  3. Adanya indikator yang jelas tentang optimalisasi fungsi post control yaitu memastikan bahwa layanan publik berjalan sesuai harapan, diperuntukkan atas evaluasi terhadap target yang direncanakan dengan harapan akan menghasilkan rekomendasi mempertahankan, memperbaiki dan atau dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik.


Read More »
Senin, Desember 05, 2011 | 0 komentar

Perjuangan Anggaran Pro Poor dan Pro Gender (Part 1)

Anggaran Pro Poor
Memahamkan Masyarakat Sadar Anggaran Studi Kasus Program CSIAP II di Kabupaten Situbondo
Mashudi, PO CSIAP II Fitra Jatim

A. Berawal dari Kurang Pahamnya Membaca Anggaran

Angka kemiskinan di Kabupaten Situbondo masih relatif tinggi. Menurut data BPS, tahun 2007 saja jumlah rumah tangga miskin mencapai 105.077 rumah tangga miskin. Kalaupun diprosentase jumlahnya 49,87% dari total rumah tangga yang ada. Trend yang terjadi sejak 2006, jumlah rumah tangga miskin di Situbondo fluktuatif, menurun walaupun volumenya masih kecil. Ironisnya, menurut kajian beberapa CSO yang ada di Situbondo, angka kemiskinan terbesar mendera penduduk yang berjenis kelamin perempuan yaitu mencapai 51%. Berdasarkan data inilah tersebut, maka kondisi ini menunjukkan bahwa tingkat keterpurukan kelompok perempuan di berbagai sektor (pendidikan dan kesehatan). Pada sektor kesehatan dilihat masih tingginya angka kematian bayi dimana tahun 2006 mencapai 94/1000 angka kelahiran dan pada tahun 2007 mencapai 82/1000, sedangkan untuk angka harapan hidup pada tahun 2007 sebesar 61,80 masih di bawah target dalam RPJMD sebesar 65,08. Dari data yang ada di RKPD tahun 2008 juga masih menunjukkan tingginya angka kematian ibu maternal sebanyak 7 kasus dari 10.975 ibu hamil, status gizi tercapai 0,32% balita gizi buruk.

Data IPM Kabupaten Situbondo tahun 2007 sebesar 60,18 kondisinya masih dibawah IPM propinsi Jawa Timur sebesar 67,92 dan merupakan peringkat ke 35 dari 38 kabupaten/kota di propinsi Jawa Timur. Sementara angka partisipasi kasar (APK) SLTP pada tahun 2007 sebesar 93,37 masih belum dapat memenuhi standar nasional sebesar 95%. Untuk APK SLTA pada tahun 2007 sebesar 46,84 justru mengalami penurunan sebesar 0,65 apabila dibandingkan dengan tahun 2006 sebesar 47,49. Dari data tersebut sudah bisa dipastikan kelompok yang paling rentan adalah kelompok perempuan, dimana jumlah penduduk buta huruf usia 10-44 tahun sebanyak 20.059 orang terdiri dari 9.159 orang laki-laki dan 10.900 orang perempuan. Hal ini menunjukkan masih rendahnya aksesbilitas terhadap pelayanan pendidikan dan kesehatan terutam bagi kelompok miskin dan perempuan.

Sementara itu melihat prioritas pembangunan dalam RPJMD untuk pengarusutamaan gender melalui peningkatan aksesbilitas kesejahteraan sosial dan kesetaraan gender, diprioritaskan pada beberapa hal. Pertama, peningkatan kualitas hidup dan perlindungan perempuan. Kedua, penguatan kelembagaan gender dan anak. Ketiga, peningkatan kesejateraan perlindungan anak dan perempuan. Keempat, peningkatan kualitas penyuluhan kesejahteraan sosial.

Dalam RKPD pengarusutamaan gender dilaksanakan melalui peningkatan aksesbilitas kualitas pelayanan dasar khususnya pendidikan dan kesehatan. Prioritas pembangunan dalam RKPD tahun 2008 dalam rangka pencapaian kesetaraan gender diarahkan pada: peningkatan aksesbilitas pendidikan, kesehatan ,kependudukan, kesejahteraan sosial dan kesetaraan gender, dimana sasaran dan prioritasnya akan dicapai melalui program dan kegiatan, seperti : peningkatan aksesbilitas dan kualitas pendidikan dasar 9 tahun; peningkatan aksesbilitas pemerataan dan relevansi pendidikan menengah dan tinggi yang berkualitas; penurunan buta aksara; peningkatan aksesbilitas, pemerataan, keterjangkauan dan kualitas pelayanan kesehatan terutama bagi masyarakat miskin; pencegahan dan pemberantasan penyakit menular dan wabah; serta penanganan masalah gizi buruk bagi ibu hamil, bayi dan anak balita.

Dalam penjabaran RKPD pada tahun 2008 dan 2009 belum tampak prioritas secara spesifik penguatan kelembagaan gender dan anak. Sedangkan untuk bidang pendidikan konsistensi RKPD yang sesuai dengan hasil musrenbang merekomendasikan fasilitasi biaya pendidikan bagi keluarga miskin; di bidang kesehatan meningkatkan pelayanan kesehatan penduduk miskin di puskesmas beserta jaringannya; serta di bidang ekonomi lebih mengarah pada pengadaan sarana dan prasarana pendukung usaha bagi keluarga miskin.


Read More »
Senin, Desember 05, 2011 | 0 komentar

KARak'S Peringati Hari Aids Sedunia

KARak'S Peringati Hari Aids sedunia

Dalam rangka memperingati hari Aids se dunia tahun 2011 ini, Kamis (1/12/11), perkumpulan yang menamakan dirinya Komunitas Aspirasi Rakyat Situbondo (KARak’S) melakukan donor darah di dua tempat, yakni di Desa Besuki dan Desa Kesambirampak kecamatan Kapongan.

Ini merupakan bentuk kepedulian komunitas yang berdiri pada tanggal 14 Maret 2010 lalu. Bahkan rangkaian acara untuk memperingan hari Aids sedunia ini akan menjadi acara rutin tiap tahunnya.

Ungkapan tersebut di sampaikan oleh Koordinator Presidium KARak’S saat dijumpai dilokasi acara donor darah. “Sebenarnya ini merupakan agenda rutin kami (KARak’S) ditiap 3 bulan sekali. Berhubung bulan ini (Desember, red) adalah bulan peringatan hari Aids seduia, maka kami selaku komunitas yang peduli sosial kemasyarakatan ini sekaligus memperingati hari Aids sedunia,” pungkas Mashudi, STP.

Bahkan, lebih lanjut Mashudi mengungkapkan, Gerakan secara simultan perlu dilakukan oleh semua komponen masyarakat untuk mnencegah penyebaran Aids. “Kita berpikir, untuk kedepan gerakan ini harus diperluas lagi. Misalnya dengan melibatkan tokoh masyarakat, ulama dan pimpinan perusahaan,’’ terangnya lagi.

Seperti yang kita ketahui bersama, Kabupaten yang berlabel kota Santri ini ada yang terjangkit HIV Aids. “Kalau dihitung jumlah korban HIV/AIDS dalam satuan persentase yakni berkisar antara 30 hingga 35 persen,” jelasnya.

Untuk itulah, harap Mashudi, kita sebagai warga yang memiliki solidaritas terhadap bangsa ini wajib hukumnya untuk mencegah. “Donor darah inilah salah satu bentuk kepedulian kita terhadap masyarakat, salah satunya pencegahan HIV Aids yang menyebar di masyarakat,” tambahnya.

Perlu diketahui, rangkaian acara tersebut dilakukan di SMA 1 Besuki pada tanggal 1 Desember 2011 dan pada tanggal 2 Desember 2011 dilaksanakan di Balai Desa Kesambirapak Kecamatan Kapongan. **(onk)**

Read More »
Sabtu, Desember 03, 2011 | 0 komentar

1 Muharram 1433 H

1 Muharram 1433 H

MUHARAM adalah bulan pertama dalam tahun Islam (Hijrah). Sebelum Rasulullah berhijrah dari Makkah ke Yathrib, kiraan bulan dibuat mengikut tahun Masihi. Hijrah Rasulullah memberi kesan besar kepada Islam sama ada dari sudut dakwah Rasulullah, ukhuwwah dan syiar Islam itu sendiri.

Pada asasnya, Muharam membawa maksud 'diharamkan' atau 'dipantang', iaitu Allah SWT melarang melakukan peperangan atau pertumpahan darah. Namun demikian larangan ini ditamatkan setelah pembukaan Makkah (Al Baqarah: 91). Sejak pemansuhan itu, umat Islam boleh melaksanakan tugas dan ibadat harian tanpa terikat lagi dengan larangan berkenaan.

Doa akhir tahun:
dibaca 3 kali pada akhir waktu Asar atau sebelum masuk waktu Maghrib pada akhir bulan Zulhijjah.

Sesiapa yang membaca doa ini, syaitan berkata:
"Kesusahan bagiku dan sia-sialah pekerjaanku menggoda anak Adam pada setahun ini dan Allah binasakan aku satu saat jua. Dengan sebab membaca doa ini, Allah ampunkan dosanya setahun."

Berikut adalah Doa Akhir Tahun:
Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan yang memelihara dan mentadbir sekalian alam. Selawat dan salam ke atas junjungan kami Nabi Muhammad s.a.w. serta ahli keluarga baginda dan para sahabatnya.

Ya allah, sesungguhnya pada tahun ini aku telah melakukan laranganMu tetapi aku masih belum bertaubat sedangkan Engkau tidak reda dan melupai perkara itu. Engkau telah menangguhkan azabMu yang telah ditetapkan kepadaku. Engkau telahmemerintah supaya aku bertaubat dari kesalahan itu. Sesungguhnya pada hari ini aku memohon keampunan dariMu, ampunilah aku dan apa yang telah aku lakukan pada tahun ini yang Engkau redai dan Engkau janjikan pahala maka aku memohonnya daripada Engkau. Ya Allah, Ya Karim, Ya Zaljalali Wal Ikram.

Selawat dan salam ke atas junjungan kami Nabi Muhammad s.a.w serta ahli keluarga baginda dan para sahabatnya. Segala puji hanya bagi Allah, tuhan yang memelihara dan mentadbirkan sekalian alam...Amin...

Waktu membacanya:
Doa akhir tahun dibaca 3 kali pada akhir waktu Asar atau sebelum masuk waktu Maghrib pada akhir bulan Zulhijjah. Sesiapa yang membaca doa ini maka akan berkata syaitan, "Kesusahan bagiku dan sia-sialah pekerjaanku menggoda anak Adam pada tahun ini dan Allah akan membinasakan aku pada saat itu juga. Dengan membaca doa ini allahakan engampunkan dosanya setahun."

Doa awal tahun:
dibaca 3 kali selepas maghrib pada malam satu Muharram.
Sesiapa yang membaca doa ini, syaitan berkata:
"Telah amanlah anak Adam ini daripada godaan pada tahun ini kerana Allah telah mewakilkan dua Malaikat memeliharanya daripada fitnah Syaitan."

Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan yang memelihara dan mentadbir sekalian alam. Selawat dan salam ke atas junjungan kami Nabi Muhammad s.a.w serta ahli keluarga baginda dan para sahabatnya.

Ya Allah, Engkaulahyang kekal abadi untuk selama-lamanya. Demi kelebihanMu yang Maha Agong dan kemurahanMu yang melimpah, sesungguhnya pada tahun ini aku memohon kepadaM perlindungan daripada syaitan yang direjam, dari sekalan kuncunya, tenteranya dan penolongnya. aku juga memohon perlindungan daripada nafsu amarah yang sentiasa mendoong ke arah kejahatan danmelalaikan dengan perkara yang tidak berfaedah daripada mendekatkan diriku kepadaMu.

Selawat serta salam ke atas junjungan kami Nabi Muhammad s.a.w. serta ahli keluarga baginda dan paa sahabat. Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan yang memelihara dan mentadbir sekalian alam....Amin...
Waktu membacanya:
Doa ini dibaca 3 kali setelah masuk waktu maghrib pada malam 1 Muharram, Sesiapa yang membaca doa ini maka akan berkaa syaitan, "Telah amanlah anak Adam daripada godaanku pada tahun ini kerana Allah telah mewakilkan dua malaikat untuk memeliharanya dari fitnah syaitan."

Peristiwa-peristiwa penting:
1 Muharam - Khalifah Umar Al-Khattab mula membuat penetapan kiraan bulan dalam Hijrah.
10 Muharam - Dinamakan juga hari 'Asyura'. Pada hari itu banyak terjadi peristiwa penting yang mencerminkan kegemilangan bagi perjuangan yang gigih dan tabah bagi menegakkan keadilan dan kebenaran.

Pada 10 Muharam juga telah berlaku:
  1. Nabi Adam bertaubat kepada Allah.
  2. Nabi Idris diangkat oleh Allah ke langit.
  3. Nabi Nuh diselamatkan Allah keluar dari perahunya sesudah bumi ditenggelamkan selama enam bulan.
  4. Nabi Ibrahim diselamatkan Allah dari pembakaran Raja Namrud.
  5. Allah menurunkan kitab Taurat kepada Nabi Musa.
  6. Nabi Yusuf dibebaskan dari penjara.
  7. Penglihatan Nabi Yaakob yang kabur dipulihkkan Allah.
  8. Nabi Ayub dipulihkan Allah dari penyakit kulit yang dideritainya.
  9. Nabi Yunus selamat keluar dari perut ikan paus setelah berada di dalamnya selama 40 hari 40 malam.
  10. Laut Merah terbelah dua untuk menyelamatkan Nabi Musa dan pengikutnya dari tentera Firaun.
  11. Kesalahan Nabi Daud diampuni Allah.
  12. Nabi Sulaiman dikurniakan Allah kerajaan yang besar.
  13. Hari pertama Allah menciptakan alam.
  14. Hari Pertama Allah menurunkan rahmat.
  15. Hari pertama Allah menurunkan hujan.
  16. Allah menjadikan 'Arasy.
  17. Allah menjadikan Luh Mahfuz.
  18. Allah menjadikan alam.
  19. Allah menjadikan Malaikat Jibril.
  20. Nabi Isa diangkat ke langit.


Amalan-amalan sunat:
Antara amalan disunatkan pada bulan Muharam:
  1. Berpuasa. Maksud Hadis: Barang siapa berpuasa satu hari dalam bulan Muharam pahalanya seumpama berpuasa 30 tahun.Maksud Hadis: Barang siapa yang berpuasa tiga hari dalam bulan Muharam, iaitu hari Khamis, Jumaat dan Sabtu, Allah tulis padanya pahala seperti mana beribadat selama 2 tahun.
  2. Banyakkan amal ibadat seperti solat sunat, zikir dan sebagainya.
  3. Berdoa akhir tahun pada hari terakhir bulan Zulhijah selepas Asar sebanyak 3X
  4. Berdoa awal tahun pada 1 Muharram selepas Maghrib 3X
Empat belas perkara sunat dilakukan pada hari Asyura (10 Muharram):
  1. Melapangkan masa/belanja anak isteri. Fadilatnya - Allah akan melapangkan hidupnya pada tahun ini.
  2. Memuliakan fakir miskin. Fadilatnya - Allah akan melapangkannya dalam kubur nanti.
  3. Menahan marah. Fadilatnya - Di akhirat nanti Allah akan memasukkannya ke dalam golongan yang redha.
  4. Menunjukkan orang sesat. Fadilatnya - Allah akan memenuhkan cahaya iman dalam hatinya.
  5. Menyapu/mengusap kepala anak yatim. Fadilatnya - Allah akan mengurniakan sepohon pokok di syurga bagi tiap-tiap rambut yang disapunya.
  6. Bersedekah. Fadilatnya - Allah akan menjauhkannya daripada neraka sekadar jauh seekor gagak terbang tak berhenti-henti dari kecil sehingga ia mati. Diberi pahala seperti bersedekah kepada semua fakir miskin di dunia ini.
  7. Memelihara kehormatan diri. Fadilatnya - Allah akan mengurniakan hidupnya sentiasa diterangi cahaya keimanan.
  8. Mandi Sunat. Fadilatnya - Tidak sakit (sakit berat) pada tahun itu. Lafaz niat: "Sahaja aku mandi sunat hari Asyura kerana Allah Taala."
  9. Bercelak. Fadilatnya - Tidak akan sakit mata pada tahun itu.
  10. Membaca Qulhuwallah hingga akhir 1,000X. Fadilatnya - Allah akan memandanginya dengan pandangan rahmah di akhirat nanti.
  11. Sembahyang sunat empat rakaat. Fadilatnya - Allah akan mengampunkan dosanya walau telah berlarutan selama 50 tahun melakukannya. Lafaz niat: "Sahaja aku sembahyang sunat hari Asyura empat rakaat kerana Allah Taala." Pada rakaat pertama dan kedua selepas Fatihah dibaca Qulhuwallah 11X.
  12. Membaca "has biallahhu wa nik mal wa keel, nikmal maula wa nikmannaseer". Fadilatnya - Tidak mati pada tahun ini.
  13. Menjamu orang berbuka puasa. Fadhilat - Diberi pahala seperti memberi sekalian orang Islam berbuka puasa.
  14. Puasa. Niat - "Sahaja aku berpuasa esok hari sunat hari Asyura kerana Allah Taala." Fadilat - Diberi pahala seribu kali Haji, seribu kali umrah dan seribu kali syahid dan diharamkannya daripada neraka.

Kisah Hijrah:
RASULULLAH (SAW) berusia 40 tahun apabila malaikat Jibrail (as) melawat baginda ketika baginda sedang berkhalwat di Gua Hira. Jibrail memberitahu Nabi Muhammad, baginda diangkat oleh Allah SWT sebagai rasul untuk seluruh umat manusia.

Pada peringkat awal, Rasulullah hanya memperkenalkan Islam kepada sahabat terdekat dan ahli keluarga baginda. Apabila baginda menerima perintah daripada Allah SWT supaya berdakwah secara terbuka, baginda segera akur.

Baginda mengumpul beberapa pengikut di Makkah. Begitupun, kumpulan kecil Muslim itu terdedah kepada maut berikutan ancaman daripada kaum kafir, terutama bangsa Quraish, yang menyeksa mereka dengan teruk.

Bagi mengelakkan ancaman itu, Rasulullah SAW mengarahkan pengikutnya supaya keluar dari Makkah secara senyap-senyap ke Madinah (ketika itu dikenali sebagai Yathrib). Mereka meninggalkan keluarga yang kafir dan harta benda dan disambut dengan mesra oleh penduduk Madinah.

Satu hari pada tahun 622SM, iaitu kira-kira 12 selepas berdakwah di Makkah, Rasulullah SAW diberitahu kaum kafirun Makkah merancang membunuh baginda untuk memusnahkan Islam. Rasulullah menunggu perintah daripada Allah SWT. Malaikat Jibrail (as) menemui baginda untuk memberitahunya Allah SWT mengarahkan baginda supaya meninggalkan Madinah pada waktu malam.

Berikutan itu, baginda menemui sahabat baiknya Abu Bakar as-Siddiq (ra) dan memintanya supaya menemani baginda dalam perjalanan itu. Rasulullah juga memberitahu rancangan baginda kepada Ali bin Abi Talib (ra). Baginda memberitahunya: "Saya akan berhijrah tetapi anda perlu mengambil tempat saya di rumah." Ali (ra) tanpa banyak soal menuruti permintaan Rasulullah (SAW) walaupun menyedari bahaya bakal dihadapinya.

Malam itu, sekumpulan Quraish mengepung rumah Rasulullah (SAW). Mengintai melalui lubang di pintu, mereka nampak seseorang sedang tidur di atas katil Rasulullah (SAW). Mereka begitu yakin Rasulullah tidak dapat melepaskan diri dan mereka pasti dapat membunuh baginda. Apabila fajar menjelang, mereka terperanjat melihat Ali (as) dan bukannya Rasulullah (SAW) bangun dari katil itu.

Mereka terpinga-pinga memikirkan bila Rasulullah (SAW) keluar dari rumah itu.

Rasulullah (SAW) dan Abu Bakr (as) keluar dari Makkah pada malam itu juga. Tiada siapa mengetahui arah tujuan mereka dan tiada siapa tahu tempat persembunyian mereka kecuali Abdullah dan anak-anak Abu Bakr, Aishah dan Asma, serta orang gaji mereka, Abdullah. Rasulullah (SAW) dan Abu Bakr bersembunyi dalam sebuah gua di Gunung Thaur. Selama tiga hari mereka berada dalam gua itu.

Apabila kaum Quraish menghampiri gua itu untuk mencari Rasulullah (SAW) tetapi mereka tidak memasukinya. Mereka yakin Rasulullah (SAW) dan Abu Bakr (as) tidak berada di dalam kerana mulut gua itu dilitupi oleh benang sarang labah-labah dan sepasang burung merpati. Allah SWT membantu dua insan ini, melindungi mereka daripada bahaya. Kumpulan Quraish kemudian meninggalkan gua itu dan bersetuju untuk pulang ke Makkah.

Yakin musuh sudah beredar, Rasulullah (SAW) dan Abu Bakr (as) meneruskan perjalanan dengan menaiki unta dibawa oleh orang gaji mereka, Abdullah. Ketiga-tiga mereka menggunakan laluan tidak diketahui ramai untuk ke Madinah bagi mengelakkan kumpulan pemburu Quraish. Mereka meredah gunung, bukit dan gurun di bawah perit matahari tetapi mereka tidak pernah berputus asa. Mereka meletakkan segala kepercayaan kepada Allah SWT.

Sementara itu, kaum Quraish di Makkah semakin marah dengan kehilangan Rasulullah (SAW). Mereka menawarkan hadiah kepada sesiapa yang dapat menangkap Rasulullah (SAW). Ramai yang mencuba nasib tetapi semuanya gagal.

Akhirnya dengan perlindungan Allah SWT, Rasulullah (SAW) dan sahabatnya tiba perkampungan kaum Bani Sabin yang menyambut mereka dengan gembira. Setelah sekian lama, Rasulullah (SAW) dan sahabatnya akhir merasakan kehadiran harapan untuk masa depan.

Ketika Rasulullah (SAW) dan sahabatnya dalam perjalanan, penduduk Islam yang sudah berpindah ke Madinah sebelum ini mendengar berita mengenai kedatangan pemimpin mereka itu. Malah penduduk Madinah yang baru memeluk Islam juga gembira dapat bertemu Rasulullah (SAW). Jelaslah, sebelum tibanya Rasulullah di Madinah, Islam semakin kukuh di tempat baru itu, sesuatu yang tidak berlaku ketika berada di Makkah.

Maka pada satu hari Jumaat yang ceria, Rasulullah (SAW) akhirnya diumumkan sudah tiba di Madinah. Kaum Muslim semua keluar untuk menyambut baginda. Rasulullah (SAW) menunaikan solat di sebuah masjid di Lembah Ranuqna, tempat semua umat Islam berkumpul untuk melihat kelibat lelaki mereka sanjungi itu.

Bertitik tolak dari itu, Rasulullah (SAW) mula membina sebuah negara Islam yang megah. Baginda memupukkan persaudaraan di kalangan umat Muslim dan menyeru mereka supaya menegakkan yang hak dan mengikut segala perintah Allah SWT.

Kesan daripada penghijrahan Rasulullah (SAW) dari Makkah ke Madinah adalah satu catatan penting sehingga umat Islam menjadikan peristiwa bersejarah ini sebagai permulaan kalendar Islam.

Tentang Kaabah:
Kaabah: Saiz dan Sejarahnya
Saiz Kaabah: Tinggi Kaabah ialah 39 kaki, 6 inci dan keseluruhannya saiznya ialah 627 kaki persegi.
Bilik di dalam Kaabah ialah 13X9 meter. Dinding Kaabah adalah seluas satu meter. Lantai di dalam ialah 2.2 meter lebih tinggi daripada tempat orang ramai mengerjakan tawaf.
Siling dan bumbung diperbuat daripada kayu.
Dindingnya diperbuat daripada batu. Dinding di dalam tidak dikilat manakala yang di luar adalah berkilat.
Bangunan kecil ini dibina dan dibina semula oleh Rasul-rasul Adam, Ibrahim, Ismail dan Muhammad. Tiada bangunan lain mempunyai penghormatan ini.

Adakah anda mengetahui Kaabah pernah dilanda oleh malapetaka seperti bah selain serangan manusia?

Nama-nama Kaabah:
  • Nama-nama Kaabah:
Dalam bahasa Arab, Kaabah bermakna sebuah tempat tinggi yang dihormati dan penuh kebesaran. Perkataan Kaabah boleh juga bermakna kiub.
  • Nama-nama lain adalah:
Bait ul Ateeq - bermakna paling awal dan lama. Ia juga bermakna bebas dan merdeka. Kedua-dua makna boleh diterima.
Bayt ul Haram - rumah dihormati.
  • Kaabah dibina semula 12 kali.
Para akademik dan sejarahwan berkata Kaabah dibina semula antara lima hingga 12 kali.

Pembinaan pertama Kaabah dilakukan oleh Nabi Adam (as). Allah SWT menyatakan dalam al-Quran Kaabah adalah rumah pertama dibina untuk manusia menyembah Allah SWT.
Selepas itu, Nabi Ibrahim (as) dan Ismail (as) membina semula Kaabah. Ukuran Kaabah diasaskan oleh Ibrahim adalah seperti berikut:
- Dinding Timur adalah 48 kaki dan 6 inci
- Dinding Hatim adalah 33 kaki
- Dinding antara hajar aswad dan sudut Yamani adalah 30 kaki
- Dinding Barat adalah 46.5 kaki
Selepas ini berlaku beberapa pembinaan semula sebelum masa Rasulullah (SAW). Nama-nama Kaabah:

Pembinaan semula Kaabah oleh kaum Quraish

Rasulullah mengambil bahagian dalam salah satu daripada pembinaan semula ini sebelum baginda menjadi Rasul. Selepas satu banjir kilat, Kaabah mengalami kerosakan dan dindingnya retak. Ia perlu dibina semula. Tugas ini dibahagikan antara empat puak Quraish. Rasulullah turut membantu dalam usaha pembinaan semula ini. Setelah dinding-dindingnya dibina semula, tiba masanya batu hajar aswad diletak semula di tempatnya di dinding Timur Kaabah.

Pertelingkahan berlaku apabila tiba masa untuk menentukan siapa mendapat penghormatan meletakkan batu hajar aswad itu. Apabila pertelingkahan hampir bertukar menjadi pergaduhan, Abu Umayyah, penduduk tertua Makkah, mencadangkan agar lelaki pertama yang memasuki pagar masjid pagi keesokkannya akan menentukan perkara berkenaan. Lelaki itu ialah Rasulullah. Penduduk Makkah bergembira. "Ia adalah al-Amin. Ia adalah Muhammad," jerit mereka. Baginda menghampiri mereka lalu mereka memintanya supaya memutuskan perkara itu. Baginda bersetuju.

Rasulullah mencadangkan agar batu hitam itu diletak di atas sehelai kain, setiap bucu kain dipegang oleh seorang pemimpin puak. Kain itu diangkat ke tempat batu itu hendak diletak. Rasulullah kemudian mengambil batu itu dan meletakkannya di tempatnya di dinding Kaabah.

Read More »
Sabtu, November 26, 2011 | 0 komentar

Profil Kabupaten Situbondo Sebuah Gambaran Kemiskinan dan Catatan Besar..?

KARak'S
Oleh : Mashudi, STP - Secara geografis Kabupaten Situbondo terletak diujung timur pulau Jawa bagian utara antara 113o30’–114o42’ Bujur Timur dan antara 7o35’–7o44’ Lintang selatan dengan temperatur tahunan 24,7oC–27,9oC. Daerah fisiknya memanjang dari barat ketimur sepajang pantai selat madura ± 150 Km dengan lebar rata-rata ± 11 Km. Luas wilayah Kabupaten Situbondo 1.638,50 Km2 yang terdiri dari 17 Kecamatan, 136 Desa, 4 Kelurahan, 660 Dusun/Lingkungan. Jumlah Luas tanah 163.850 Ha dengan penggunaan lahan sebesar 19% lahan sawa, 77% lahan kering dan 4% lainnya.

Jumlah penduduk tahun 2009 643.061 jiwa, yang terdiri dari 313.661 penduduk laki-laki dan 329.400 penduduk perempuan dengan sex rasion 95,22% dengan kepadatan penduduk sebesar 392/Km2, Jumlah penduduk per dokter 25.722, Jumlah penduduk per bidan 30.622, Jumlah murid per guru 11, Jumlah Koperasi aktif 252, Komposisi penduduk menurut agama adalah Islam 98,65%, Protestan 0,876%, Katolik 0,38%, Hindu 0,03%, Budha 0,05%.

Angka kemiskinan di Kabupaten Situbondo masih relatif tinggi. Menurut data BPS, tahun 2009 saja jumlah rumah tangga miskin mencapai 213.620 rumah tangga miskin. Kalaupun diprosentase jumlahnya 49,42% dari total rumah tangga yang ada. Trend yang terjadi sejak 2006, jumlah rumah tangga miskin di Situbondo fluktuatif, menurun walaupun volumenya masih kecil. Angka kemiskinan terbesar mendera penduduk yang berjenis kelamin perempuan yaitu mencapai 51%. Berdasarkan data inilah tersebut, maka kondisi ini menunjukkan bahwa tingkat keterpurukan kelompok perempuan di berbagai sektor (pendidikan dan kesehatan).

Pendekatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan salah satu asumsi kondisi makro sosial yang digunakan dalam rancangan kebijakan Situbondo penanggulangan kemiskinan tahun 2011. IPM ini diturunkan dalam beberapa komponen, antara lain tingkat melek huruf orang dewasa, rata-rata lama bersekolah, dan tingkat daya beli per kapita. Penggunaan indikator IPM dipandang positif terutama menyangkut bagaimana pembangunan daerah dilihat secara lebih komprehensif.

Sampai akhir tahun 2009, rangking IPM Situbondo masih berada pada posisi ke 34 dari 38 Kota/Kabupaten di Jawa Timur. Untuk mengejar ketertinggalan demikian, yang terpenting adalah sejauh mana Pemerintah Kabupaten Situbondo mampu meningkatkan akses masyarakat dalam memperoleh pelayanan pendidikan dan kesehatan untuk mencapai kesejahteraannya (taraf hidup yang layak). Kesejahteraan itu sendiri hanya berpeluang dicapai kalau orang memiliki pendapatan dari pekerjaan yang ia terima.

Adapun pekerjaan itu sendiri hanya tersedia bagi orang-orang yang mempunyai keterampilan yang bersumber dari jalur pendidikan formal maupun bukan formal.
Perkembangan IPM Situbondo 5 tahun terakhir memang terus mengalami peningkatan. Namun karena peningkatan tersebut tidak siginifikan, maka IPM Situbondo tetap saja tertinggal 7 (tujuh) digit dari rata-rata IPM Jatim. Kondisi demikian dikarenakan peningkatan IPM tersebut lebih sebagai hasil tren situasi kebijakan regional Jawa Timur.

Sampai Tahun 2009, sekitar 72,8% penduduk Situbondo umur 5 tahun ke atas masih berpendidikan SD/Sederajat, dan 27,12% berpendidikan di atas SMP. Komposisi demikian bisa berimplikasi pada rendahnya produktifitas sumberdaya manusia akibat rendahnya tingkat pendidikan masyarakat Situbondo. Kesenjangan tingkat pendidikan demikian juga mencerminkan tingkat ketergantungan penduduk kurang produktif (less productive) terhadap penduduk produktif masih begitu tinggi. Sementara dikaitkan dengan peningkatan IPM, dengan pergerakan kemajuan akses pendidikan yang masih begitu lambat di Situbondo, tentu menjadi wajar bila IPM Situbondo begitu sulit untuk ditingkatkan secara progresif.

Melihat, masih begitu tingginya jumlah penduduk yang tidak pernah sekolah, tidak tamat SD maka beberapa kebijakan strategis sebagai bentuk penajaman Misi ke 2 dari Bupati 2010 – 2015: “Meningkatkan kualitas SDM melalui pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan, pelatihan keterampilan serta peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat” hendaknya berangkat pada masalah kekinian seperti:

  • Mengurangi proyekisasi buku pelajaran (pelajaran dari masalah BOS buku)
  • Efisiensi bantuan, karena besaran tidak dipukul rata antara sekolah ’kaya” dan sekolah ”miskin.’
  • Mengurangi kecenderunagn bias urban. Sekolah kota dan pinggir jalan besar mesti lebih baik tampilannya.
  • Menghapus stigma bahwa Sekolah ndeso mutunya jauh dibawah sekolah kuto.
  • Memacu prestasi guru-guru daerah terpencil karena tidak merasa ’dipinggirkan”.

Komposit IPM berikutnya adalah kondisi indikator kesehatan. Terdapat dua indikator kesehatan yaitu Angka Harapan Hidup (AHH) dan Angka Kematin bayi (AKB). AHH sangat berkaitan erat dengan pembangunan sosial ekonomi suatu wilayah. Keberhasilan program kesehatan dan program sosial ekonomi pada umumnya dapat dilihat dari peningkatan usia harapan hidup penduduk di suatu wilayah. Bila pembangunan sosial ekonomi semakin baik, maka kecenderungannya AHH akan semakin tinggi, atau sebaliknya bila AHH lebih rendah mengindikasikan terjadinya kontradiksi pada beberapa sektor pembangunan sosial ekonomi suatu wilayah. Dalam lingkup wilayah Jawa Timur, terdapat 15 kabupaten yang angka harapan hidupnya masih di bawah 67,75 tahun, termasuk di dalamnya Kabupaten Situbondo. Seperti halnya AHH, Kabupaten Situbondo merupakan salah satu daerah di Jatim yang perlu mendapatkan perhatian lebih serius karena AKB-nya masih di atas 50,00 per 1.000 kelahiran hidup.

Salah satu penyebab dari masih tingginya AKB adalah persentase penolong persalinan oleh tenaga medis yang masih cukup rendah. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan di bidang kesehatan perlu ditingkatkan. Angka Kematian Bayi dapat ditekan dengan penanganan yang intensif, baik itu dari faktor eksternal maupun internal. Adapun factor eksternal antara lain: keberadaan penolong persalinan yang representatif dan kemudahan akses ke tempat pelayanan kesehatan. Sedangkan faktor internal antara lain: melalui pola pemberian ASI dan imunisasi serta perhatian dan perlakuan rumah tangga terhadap bayi. Dalam kerangka kebijakan, Pemkab. Situbondo sangat penting untuk mempertimbangkan kebijakan;

  1. Peningkatan penolong persalinan oleh tenaga medis,
  2. Peningkatan efektifitas program KB,
  3. Peningkatan pelayanan dan penyediaan fasilitas kesehatan,
  4. Peningkatan pengetahuan masyarakat masyarakat akan kesehatan.

AHH yang rendah dan tingginya AKB di Sitobondo harus diikuti dengan program pembangunan kesehatan dan program sosial yang memadai, termasuk kesehatan lingkungan, kecukupan gizi, dan program pemberantasan kemiskinan.

Indeks daya beli masyarakat Situbondo dapat dilihat dari tingkat pertumbuhan ekonomi 2009 sebesar 5,01% dan tingkat inflasi 6,23%, maka bisa dipastikan bahwa Indeks daya beli mayarakat Situbondo termasuk rendah terutama akibat kenaikan harga barang dan jasa lebih tinggi daripada kenaikan pendapatan perkapita masyarakat.

Hal ini cukup jelas terkait dengan kondisi Situbondo dalam peta 4 kuadran kinerja makro ekonomi Jawa Timur di bawah ini. Kabupaten Situbondo sebagai daerah yang termasuk pada Kuadran III ditandai dengan pertumbuhan ekonomi dan PDRB perkapita yang lebih rendah dari rata-rata Jawa Timur. Hal ini terutama ditandai oleh struktur ekonominya masih didominasi oleh sektor pertanian dan mempunyai peranan dominan dalam pembentukan PDRB. Selama lima tahun terakhir, Kabupaten Situbondo terus berada pada Kuadran III ini. Tentu sebuah terobosan arah pembangunan yang signifikan perlu terus dicari untuk mengejar ketertinggalan daerah ini dengan daerah-daerah lain yang lebih maju di Jawa Timur.

Kebijakan terobosan (inovatif) mestinya berangkat dari titik pemahaman bahwa permasalahan tingginya tingkat kemiskinan maupun IPM yang masih rendah sangat terkait pula dengan tingkat kesenjangan pembangunan dan kesejahteraan di antara sektor maupun wilayah di Situbondo. Kesenjangan yang paling terlihat adalah tingkat produktifitas sektor primer (pertanian) dan sektor tersier (perdagangan/jasa), dan kesenjangan pendapatan perkapita antara penduduk pedesaan dan perkotaan. Kesemuanya akan berimplikasi pada perbedaan indeks komposit pembentuk IPM: tingkat pendidikan, kesehatan dan daya beli masyarakat.

Komposisi dan peranan masing-masing sektor kegiatan ekonomi terhadap pembentukan PDRB di Kabupaten Situbondo dapat digunakan untuk mengetahui karakteristik dari perekonomian di Kabupaten Situbondo. Pada tahun 2009 sektor tersier (Perdagangan, Hotel dan Restoran, Pengangkutan dan Komunikasi, Keuangan, Persewaan, Jasa Perusahaan, dan Jasa-jasa) memiliki kontribusi terbesar terhadap PDRB yaitu sebesar 51,75%. Kontribusi sektor tersier ini didominasi oleh sektor perdagangan, hotel dan restoran. Selanjutnya, pemberi kotribusi terbesar kedua adalah sektor primer (Pertanian dan Penggalian) sebesar 34,30% dengan sumbangan terbesar dari sektor pertanian. Sedangkan sektor sekunder (Industri Pengolahan, Listrik, Gas dan Air Bersih dan Bangunan) merupakan penyumbang terkecil dibandingkan dua sektor lainnya yaitu sebesar 13,95% dengan penyumbang terbesar dari sektor industri pengolahan.

Berdasarkan penjelasan tersebut, sektor perdagangan, hotel dan restoran adalah sektor yang memberikan kontribusi paling besar bagi sektor tersier sekaligus kontributor terbesar bagi PDRB. Persentase kontribusi sektor tersier terhadap jumlah PDRB juga merupakan yang terbesar. Besarnya kontribusi sektor perdagangan, hotel dan restoran ini dipengaruhi oleh kondisi dan potensi ekonomi yang kondusif bagi perdagangan. Kondisi ini sekilas menunjukkan adanya pergeseran struktur ekonomi di Kabupaten Situbondo dalam memberikan kontribusi terhadap PDRB.

Pergeseran ini berupa pergeseran dominasi dari sektor primer digantikan oleh sektor tersier, terutama sektor pertanian sebagai sektor primer digeser oleh sektor perdagangan, hotel dan restoran yang merupakan sektor tersier. Di lain pihak, kenyataan menunjukkan bahwa jumlah penduduk yang bekerja di sektor pertanian jauh lebih besar yaitu mencapai 52,52%. dibandingkan sektor perdagangan yang hanya menyerap tenaga kerja sebesar 14.77% maka mengakibatkan distribusi pendapatan di sektor pertanian menjadi lebih kecil dibandingkan pada sektor perdagangan, hotel dan restoran.

Mengacu pada besarnya kontribusi sektor pertanian dalam PDRB Situbondo dimana dipandang sebagai sektor paling strategis dalam peningkatan perekonomian daerah, tentu penting dipertimbangkan suatu intervensi anggaran daerah dalam skema kebijakan antara lain;

  1.  Revitalisasi lumbung pangan desa dengan alokasi dana bergulir revolving fund yang mampu menyalurkan kredit permodalan usaha tani.
  2. Sertifikasi massal yang pembiayaannya mendapatkan subsidi dari Pemerintah Kabupaten. Untuk apa? Bila petani memiliki sertfifkat tanah, setidaknya mereka telah memiliki jaminan (agunan) untuk bisa mengakses modal usaha dari perbankan.
  3. Penyediaan modal usaha kecil/mikro tanpa bunga, yang langsung diterimakan dalam bentuk alat usaha/kerja yang dibutuhkan.
  4. Kenaikan anggaran belanja daerah, khususnya untuk infrastruktur transportasi pedesaan.

Read More »
Kamis, Agustus 04, 2011 | 2 komentar

Membangun Kemitraan Kelompok Masyarakat Dalam Mewujudkan Pemerintahan Yang Pro Poor Dan Responsif Gender

Oleh : Mashudi, STP - Pengelolaan keuangan daerah sesungguhnya dapat memainkan peran penting dalam mengentaskan kemiskinan di daerah, akan tetapi selama 10 tahun otonomi daerah tidak banyak Kabupaten maupun Kota yang dapat mengelola keuangan daerahnya dengan baik sehingga dapat mengurangi kemiskinan dan menciptakan kesejahteraan di daerahnya.

Berdasarkan data BPS pada tahun 2007 jumlah penduduk miskin di Kabupaten situbondo 265.792 jiwa atau 41,63 % dari total jumlah penduduk. Pada tahun 2006 jumlah rumah tangga miskin mencapai 105,581 atau 50,11% dari total rumah tangga. Angka ini dengan jelas mennujukkan masih tingginya angka kemiskinan di Situbondo yang menjadikan Kabupaten Situbondo menjadi daerah termiskin ketiga di propinsi Jawa Timur.

Masih tingginya angka kemiskinan tersebut tidak terlepas dari rendahnya tingkat aksesbilitas masyarakat terhadap layanan pendidikan dan kesehatan, hal ini ditunjukkan dengan tren kenaikan angka putus sekolah sebagai indikator pembangunan pendidikan sementara indikator rendahnya aksesbilitas kesehatan ditunjukkan dengan tingginya angka kematian ibu melahirkan dan masih rendahnya angka harapan hidup. Jika dicermati lebih mendalam, rendahnya kualitas pendidikan dan kesehatan ternyata disebabkan kecilnya alokasi APBD yang diperuntukkan masyarakat miskin dan perempuan pada sektor pelayanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan.

Sebagai akibat dari minimnya alokasi anggaran untuk pelayanan dasar index pembangunan manusia (IPM) di Kabupaten Situbondo setiap tahunnya mengalami penurunan, demikian juga dengan angka putus sekolah untuk pendidikan menengah berdasarkan data BPS pada tahun 2008 mengalami penurunan. Kondisi tersebut sangat kontradiksi dengan alokasi anggaran untuk pemenuhan kebutuhan birokrasi setiap tahunnya terus mengalami kenaikan, dari data APBD 2009 alokasi belanja pegawai untuk gaji dan tunjangan pada urusan pendidikan mencapai 90 persen dari total belanja urusan pendidikan.

Sementara jika dilihat dari kinerja pengelolaan anggaran khususnya kinerja partisipasi dan kesetaraan, Kabupaten Situbondo merupakan daerah dengan kinerja terburuk dari 41 daerah Kabupaten dan Kota di Indonesia (hasil riset LBI Fitra). Kenyataan tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan anggaran (good Governance) di Kabupaten Situbondo masih jauh dari komitmen pelibatan masyarakat khususnya kelompok miskin dan perempuan, hal ini juga menunjukkan bahwa paradigma pemerintah Situbondo masih menganggap masyarakat hanya sebagai obyek pembangunan yang hanya diposisikan sebagai penerima manfaat dari proses pembangunan.

Melalui Forum masyarakat setidaknya telah mencanangkan kesadaran publik atas pentingnya keterlibatan masyarakat terhadap proses pembangunan daerah. Bentuk kesadaran tersebut diwujudkan melalui wadah KARak’S sebagai wadah membangun komitmen diantara masyarakat untuk secara bersama-sama mendorong dan ikut berperan dalam penyelenggaran pemerintah yang lebih berpihak pada masyarakat miskin dan responsif gender. Komitmen tersebut diperkuat dengan melakukan kegiatan-kegiatan sosial yg selama ini dilakukan.***

Read More »
Minggu, Juli 03, 2011 | 0 komentar

Multimedia Super Highway

Oleh : Meini Harijanto - Jika masa lalu gerakan mobilitas manusia sebagai indicator kehidupan ditunjukkan oleh tingkat kepadatan jalan raya sebagai media penghubung fisik antar lokasi maka sejak ditemukannya telepon pada akhi abad 19, pergerakan manusia tidak lagi bergantung dan ditunjukkan oleh kepadatan lalulitas alat transportasi namun sudah berpindah pada seutas kawat yang terbentang. Perpindahan fisik bukan lagi menjadi indicator gerakan. Semuanya sudah berubah secara substantial tolok ukurnya.

Seiring perubahan paradigma itulah maka sewajarnyalah Kita perlu mereformasi diri dalam tata aturan dan pergaulan. Misalkan berbicara bukan lagi berarti bercakap sambil bertatap muka tetapi menjadi lebih luas yaitu bertukar tulisan (Chatting), Telephone dan Video Conferencing. Perubahan yang lain adalah batas kedaulatan secara geografis menjadi tereliminasi oleh pergerakan Lintas batas secara virtual. Tatanan dunia menjadi tidak berbentuk fisik melainkan berdasarkan fungsionalnya. Sehingga era sekarang disebut Borderless Era.

Saat ini media yang popular sebagai penghubung adalah Internet. Internet telah sangat popular dan banyak dikenal. Perubahan yang didorong oleh penggunaan internet sangatlah revolusioner dan tidak dapat dibayangkan pada masa pra internet ?. Semua aspek kehidupan telah tersentuh sehingga kebutuhan fasilitas ini menjadi sangat vital dan dapat menggantikan dan tidak tergantikan.

Dalam Konteks Pemerintahan dan Public service, adalah sangat efisien dan akan dapat meningkatkan kecepatan, kemudahan, kemurahan biaya. Keuntungan yang lain adalah penghematan terhadap biaya layanan masyarakatnya dan berakibat secara komulatif pada penghematan APBD.

Marilah kita berandai-andai jika sepanjang Besuki sampai Asembagus terbentang Kabel Fiber Optic dengan kecepatan 10 GigaBit atau setara 10 milyar Bit per detik. Dan setiap titik di Seluruh kecamatan tersedia fasilitas internet dengan harga murah bahkan gratis. Maka dapat dikatakan bahwa Situbondo telah menggeliat dan bergerak. Geliat kehidupan akan terjadi selama 24 jam, perputaran ekonomi tidak lagi dibatasi oleh gelapnya malam, atau jalan terjal berbatu ataupun jarak beribu kilometer yang memisahkan.

Internet Infrastruktur juga dapat mendukung e-Business, e-Learning, e-Government, Video Conferencing. Jika semua layanan public sudah berpindah pada media virtual maka Korupsi sudah berkurang tingkat kesuburannya dan berpindah pada zone produktifitas dan gerakan efisiensi.

Penyelesaian kemiskinan tidaklah perlu lagi diselesaikan secara step by step secara tradisional namun melompat secara Quantum leap dan comprehensive… Believe It…. Dengan Multimedia Super Highway maka Situbondo akan menjadi lokomotif perubahan Kabupaten modern di Indonesia yang dapat menginspirasi Indonesia untuk berlari mengejar kemajuan peradaban dan pertumbuhan ekonomi yang signifikan.*** Jakarta, 2 Juli 2011

Read More »
Sabtu, Juli 02, 2011 | 0 komentar

Leader is a dealer of Hope

Oleh : Meini Harijanto - Seorang pemimpin adalah penebar harapan. Ia harus mampu mentrasnformasikan keberadaannya dapat memberikan “harapan”. Bagai dalam kegelapan maka dia adalah cahaya yang dapat menuntun pengikutnya atau orang yg dipimpinya menuju suatu titik kebahagiaan yang dicari dan diharapkan. Keberadaan Sang cahaya harapan akan dapat menginspirasi untuk bertindak dan beraktifitas.

Matahari adalah sosok ideal pemimpin. Dia tidak memberi apapun namun dengan terangnya dapat membantu segala kegiatan makhluk hidup. Dalam konteks Situbondo terkini yang banyak keluhan, banyak tuntutan serta banyak keterbatasan, bukan suatu alasan untuk tidak dapat lebih hidup lebih baik.

Keterbatasan APBD yg selama ini dikeluhkan oleh birokrat dan keterbatasan prasarana yg ada bukan pula menjadi hambatan justru menjadi tantangan untuk dilewati. Justru keterbatasan inilah yang sebenarnya menjadi media yang subur untuk tumbuhnya kreatifitas.

Kita janganlah selalu menganggap punya kekayaan yg melimpah serta pemandangan nan indah. Kekayaan alam Kita memang puny namun belum memenuhi skala ekonomis untuk dapat dieksplorasi agar memperoleh keuntungan dalam jangka panjang. Pemandangan yang indah tidak akan menarik jika ditempat lain ada yang lebih baik. Jadi mulailah untuk mengeksploari potensi lain yang tidak pernah habis dan bahkan akan lebih banyak dan lebih baik.

Potensi sumber daya manusia adalah Sumber Daya sebenarnya yang tidak pernah habis dan semakin lama akan semakin baik bahkan dapat memberikan Capital Gain yang jauh lebih besar dibanding apapun. Banyak SDM yang cerdas, terampil namun terbengkalai.

Berilah mereka kesempatan untuk berkiprah dikotanya sendiri. Gunakan hasil karya terbaik mereka. Adalah lebih baik jika pembelanjaan APBD itu kembali ke Masyarakat Situbondo. JIka kualitas karya mereka kurang baik bukanlah alasan untuk tidak menggunakan produk lokal. Berilah mereka masukan untuk dapat lebih baik dan berilah mereka kesempatan untuk dapat merasakan denyut nadi pembangunan. Pemberian kesempatan akan mampu memperbaiki kualitas produk. Suatu produk tidak akan dapat diuji jika tidak pernah dipakai. Dengan memakai produk mereka maka uang APBD akan dapat dinikmati oleh masyarakat. Banyak sekali uang APBD justru bermanfaat untuk orangdiluar Situbondo.

Sebagai Ilustrasi, andaikan ada Proyek Pembangunan sebuah gedung. Sejauh mungkin menggunakan produk local walau kualitasnya sedikit kurang baik. Gunakan Batubata, Genting, Kayu, paving stone dan lain-lain yang ada di local. Jika nilai proyek adalah 100 juta dan asumsi keuntungan pemborong adalah 10% dan muatan lokalnya bernilai 40% maka perputaran uang yang berada di Situbondo akan bertambah 50juta sedangkan uang yang pergi hanyalah 50 juta. Uang inilah yang akan menghidupi tukang bakso, penjual tajin palappa dan lain-lain. Bagi industry batu bata dan lain-lain akan memiliki uang untuk mengembangkan industrinya. Coba bandingkan jika proyek tesebut memanfatkan produk luar yang lebih baik memang kualitas bangunan akan dapat baik namun nilai proyek akan jauh lebih besar misalkan menjadi 200juta. Jika diasumsikan nilai lokalnya hanya 10% dan keuntungan pemborong adalah 10% maka uang yang akan beredar di Situbondo hanya 40juta sedangkan yang uang yang pergi dari Situbondo adalah 160 juta.

Dan pemimpin juga perlu membuat regulasi untuk melindungi Kontraktor local dalam persaingan. Kalaupun misalkan mereka tidak mempunyai kemampuan teknis dan finasial maka Kontraktor non lokal, jika ingin mendapatkan proyek APBD maka harus menggandeng mitra lokal dalam konsorsiumnya. Dengan model ini diharapkan akan terjadi perpindahan kemampuan teknis dan financial.

Disinilah perlunya kearifan pemimpin untuk dapat memberikan harapan yang lebih baik bagi warganya. Apalah artinya kota dibangun oleh barang impor sedangkan industry rakyatnya bangkrut karena tidak mampu bersaing. Lebih baik menurunkan standar kualitas dari pada membiarkan masyarakat ekonominya hancur dan banyak pengangguran.

Dalam jangka panjang industry yang berkembang secara natural akan meningkatkan kualitasnya. Adalah peran pemimpin dan pemerintah untuk menjadi pemberi harapan.

Read More »
Jumat, Juli 01, 2011 | 0 komentar

Investasi Intelektual Berbasis SDA Dalam Rangka Peningkatan PAD


Edy Sutrisno, S.Pd.,MM. - Sejarah telah memberikan bukti tatkala 1945 Jepang hancur karena bom Nagasaki dan Hiroshima, pemerintah Jepang mengedepankan pendidikan dibandingkan dengan bidang lainnya, pada saat yang bersamaan Indonesia merdeka dan menata bidang perekonomian, alhasil muaranya saat ini Jepang jauh meninggalkan bangsa kita. Dalam dekade tahun 80-an, bapak Habibie mencoba melaksanakan pola Jepang dan hasilnya putra-putri terbaik tanah air mampu mendirikan IPTN. Sangatlah terhormat bangsa kita mampu duduk sejajar dengan bangsa lain. Lalu bagaimana saat ini ????

Para pemimpin kita telah memberikan rambu- rambu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana termaktub dalam pembukaan Undang-undang Dasar 1945, dan terjawab dalam Undang-undang SISDIKNAS No 20 tahun 2003, yang telah mengamanatkan anggaran pendidikan minimum 20% dari APBN , dan pada tahun ini telah tercapai sehingga diharapkan mutu pendidikan akan meningkat, saat ini program BOS telah bergulir dan pembangunan fisik sekolah-sekolah mulai membaik, bahkan kesejahteraan para guru sudah diperhatikan. Dan tak kalah pentingnya dalam APBD, anggaran pendidikan juga mendapat porsi yang cukup signifikan walaupun masih ada yang belum mencapai 20 % seperti yang diamanatkan dalam undang-undang, namun penggunaan anggarannya masih berkutat pada rutinitas dan kuantitatif, belum ada inovasi dalam penggunan anggaran pendidikan tersebut.

Misal Kabupaten A menganggarkan 1 Milyar untuk pendidikan maka anggarannya hanya untuk peningkatan SDM secara umum belaka dengan jumlah penerima anggaran yang jumlahnya cukup besar sehingga nominal yang diterima oleh penerima anggaran sangat kecil dan hasilnya sudah dapat kita tebak tidak akan ada perubahan yang signifikan, kedepan pola ini harus kita ubah jika dalam APBD anggaran pendidikan 1 Milyar, maka 600 juta untuk kuantitatif dan yang 400 juta untuk kualitatif maksudnya kita harus mencari putra –putri terbaik daerah tersebut melalui seleksi yang ketat, kita berikan biaya untuk untuk kuliah sampai tuntas sesuai dengan potensi alam daerah. Putra-putri terbaik kita kirim menuntut ilmu yang sesuai dengan kebutuhan daerah baik dalam maupun luar negeri sehingga ketika putra putri terbaik ini lulus maka dapat mengembangkan potensi alam yang ada didaerah dan muaranya dapat menciptakan lapangan kerja serta akan terjadi peningkatan PAD.

Pemikiran ini bukanlah gampang, namun dengan itikad baik demi kemajuan daerah, secepat mungkin kita harus mencoba menginovasi penggunaan anggaran pendidikan khususnnya anggaran pendidikan dalam APBD, kita harus mulai mempersiapkan perangkat/payung hukum jelas sehingga inovasi penggunaan anggaran ini tidak bertentangan dengan aturan-aturan yang ada. Juga kita harus mengkaji potensi- potensi alam daerah kita sebelum menentukan ilmu yang akan dimiliki oleh putra-putri terbaik daerah kita tidak akan mubazir. Kalau tidak kita pernah mencoba, kapan akan mendapat bukti. ***

Read More »
Kamis, Juni 30, 2011 | 0 komentar